Kisah cinta perawat yang hamil karena pergaulan bebas, bisakah dia bertahan menyelesaikan sekolahnya atau kandas.
Pacar cinta yang mendukungnya dan bagaimana kehidupan setelah menjadi perawat, ketika sang pacar ternyata memintanya untuk berbagi dengan wanita lain
Ia menerimanya atau menolaknya, apa masalah yang timbul karena pacarnya Itu setelah lulus menjadi dokter.
Berbagi lelaki dan cinta suami...
[ KHUSUS DEWASA ]
Santi Mayasari, seorang gadis polos yang terus dikelilingi godaan terlarang, dari teman serumah hingga rekan kerja. Rasa penasaran yang tak terkendali justru membuatnya kehilangan pekerjaan.
Demi bertahan hidup, Santi menjadi perawat lansia kaya. Namun satu malam kelam dengan putra sang majikan, Bimo Prakoso Abdinegara, mengubah segalanya. Bukan penyesalan yang muncul… melainkan keinginan untuk mengulang permainan terlarang itu yang lebih liar, lebih berbahaya.
Bagas Permana merupakan CEO yang terkenal dingin. Ia dingin bukan tanpa alasan, Bagas membenci wanita semuanya bermula dari trauma masa lalu yang dimiliki keluarganya. Namun, kehadiran Naya mampu merubah semuanya, Bagas yang dulu sangatlah dingin kini menjadi pria yang penuh dengan cinta. Akan tetapi semua tak bertahan lama. Hingga akhirnya Nyonya Biya, ibu dari Bagas mengetahui latar belakang gadis yang bernama Naya Hanum yang tak lain adalah anak dari musuh masa lalu Nyonya Biya. Beliau memasang strategi untuk membalaskan dendamnya dengan cara Menjodohkan Bagas dengan Naya. Akankah tujuan Nyonya Biya tercapai? Ataukah cinta Bagas dan Naya akan menemukan jalan bahagianya?
"Ugh ... nggak, nggak ada apa-apa. Hah ... ah ...."
Saat sedang melakukan panggilan video dengan pacarku, mahasiswa olahraga itu malah mendekat. Dia menyelinap dari sudut mati kamera, lalu meraba tubuhku dengan jarinya yang kasar.
Dalam panggilan video, pacarku terengah-engah. Tatapan mesumnya tertuju langsung pada tubuhku yang pakaiannya sudah setengah terbuka. Dia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang ketiga yang tak diundang ini.
Ketika mahasiswa olahraga itu mulai membelai tempat paling sensitifku yang lembap dan hangat dari balik kain, aku tidak bisa menahan erangan yang lolos dari bibirku. Aku benar-benar kehilangan kendali.
Terdengar tawa kecil pacarku dari seberang telepon. Sementara tangan yang menyusup di antara selangkanganku itu dapat merasakan basah yang menjalar.
Apa yang akan terjadi saat seorang perawat muda tak berpengalaman harus menghadapi pasien yang keras kepala dan putus asa karena penyakitnya tak mungkin disembuhkan? Apa yang harus dilakukannya untuk menyemangati pria yang telah kehilangan banyak hal dalam hidupnya, termasuk kepingan ingatan kehidupannya? Apa yang harus dilakukannya untuk menghapus keinginan mati yang menggerogoti pikiran pasiennya?
Demi membiayai ibu dan adiknya yang butuh perawatan rutin, Ranti bersedia menelan semua kata kasar yang dilontarkan pasiennya. Dia akan kembali tersenyum setelah mengusap air mata. Bekerja dengan sungguh-sungguh di bawah ancaman penjara, jika dia melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan Darius berada dalam bahaya.
Kehadiran putra Darius sedikit membantunya. Namun dia tak dapat menerima pernyataan cinta pria muda itu. Hatinya telah lebih dulu diisi oleh seseorang. Mungkinkah dia akan mendapatkan kebahagiaan cinta?
Saat menjalani pengangkatan kulit area khusus, aku tidak sengaja memamerkan bagian vitalku. Sejak itu, makin banyak perawat yang melirik ke arahku secara diam-diam.
Namun, belum pernah ada yang seberani dia, mengetuk pintu bangsalku saat larut malam.
Langsung aja: pubertas itu kayak rollercoaster yang kadang bikin orang tua dan remaja panik, tapi banyak langkah praktis yang benar-benar membantu menenangkan badai itu.
Dari pengamatan aku ke teman-teman dan keluarga, langkah paling berguna itu kombinasi antara perawatan fisik sederhana dan dukungan emosional. Untuk masalah kulit misalnya, rutinitas perawatan yang lembut—cuci muka dua kali sehari dengan pembersih ringan, hindari menggosok berlebihan, dan pakai pelembap non-komedogenik—sering kali sudah memperbaiki kondisi. Jika jerawat parah, dermatolog biasanya merekomendasikan obat topikal atau oral setelah evaluasi; jangan asal pakai obat yang di-share tanpa resep. Soal menstruasi yang berat atau nyeri, NSAID yang dijual bebas atau konsultasi untuk kontrasepsi hormonal terkadang dianjurkan oleh dokter supaya siklus jadi lebih teratur dan nyeri berkurang.
Di sisi emosional, aku selalu menyarankan komunikasi terbuka: ruang untuk curhat tanpa dihakimi, pengingat normalitas perubahan suasana hati, dan teknik sederhana seperti jurnal, olahraga, atau musik untuk meredakan stres. Kalau mood swing atau kecemasan mulai mengganggu fungsi sekolah/hidup sehari-hari, psikolog atau konselor sekolah bisa bantu dengan terapi perilaku kognitif atau strategi koping. Terakhir, jangan lupa cek medis jika pertumbuhan terlalu cepat atau terlambat—itu bisa jadi tanda pubertas prematur atau tunda dan butuh evaluasi oleh spesialis hormon anak untuk tindakan lebih lanjut.
Garis besarnya, keadaan vegetatif adalah kondisi di mana seseorang 'bangun' secara fisik tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang berarti.
Biasanya aku menjelaskan ini dengan bahasa sederhana: otak masih mengatur fungsi dasar seperti bernapas, tidur-bangun, dan beberapa gerak refleks—mata bisa terbuka, napas stabil—tetapi orang itu tidak merespons secara sadar terhadap lingkungan, tidak menjawab pertanyaan, dan tidak mengikuti perintah. Ini berbeda dari koma, di mana mata biasanya tertutup dan respons lebih minim; di keadaan vegetatif ada siklus tidur dan bangun yang terlihat.
Untuk keluarga, penting tahu bahwa diagnosis dibuat dari pemeriksaan berulang dan kadang pemeriksaan penunjang seperti EEG atau pemindaian otak. Harapan pulih bervariasi tergantung penyebab dan lamanya kondisi ini; beberapa orang menunjukkan perbaikan kecil, sebagian lain tetap stabil dalam jangka panjang. Saran praktisku: tetap ajak bicara, pegang tangan, catat perubahan kecil, dan minta penjelasan tim medis secara berkala. Jaga diri kalian juga—istirahat dan dukungan emosional itu penting, karena merawat harapan itu melelahkan sekaligus penuh cinta.
Berlian pada kalung itu memang luar biasa, ya! Sebelum kita membahas perawatannya, penting untuk memahami bahwa berlian adalah salah satu batu permata terkeras di dunia. Namun, ini bukan berarti kita bisa mengabaikan perawatannya. Selalu pastikan untuk menyimpan kalung berlian di tempat yang lembut berlapis kain, terpisah dari perhiasan lain, untuk menghindari goresan. Saat membersihkannya, gunakan larutan sabun ringan dan sikat lembut, lalu bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kain microfiber. Ingat, setidaknya sekali setahun atau lebih baik lagi, bawa ke profesional untuk pemeriksaan dan pembersihan mendalam.
Jangan lupa juga untuk menjaga kalung berlian jauh dari bahan kimia keras yang biasa ada di rumah tangga. Produk pembersih, parfum, dan kosmetik bisa merusak kilau alami berlian, jadi hindari kontak langsung. Selain itu, saat berolahraga atau melakukan aktivitas berat, sebaiknya lepas kalungnya agar tidak rusak. Intinya, merawat berlian kalung bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang menyimpannya dengan baik agar tetap bisa dinikmati dan memancarkan kecantikan seiring waktu.
Mimpi menjadi suster di rumah sakit ternama itu seperti mengejar bintang—butuh persiapan matang dan tekad baja. Awalnya, kuanggap profesi ini hanya soal merawat pasien, tapi ternyata lebih kompleks. Kuliah di bidang keperawatan adalah langkah pertama, tapi bukan hanya nilai akademik yang penting. Pengalaman praktik lapangan di berbagai rumah sakit memberiku wawasan nyata tentang tekanan dan dinamika kerja tim.
Selama magang, kusadari bahwa soft skill seperti empati dan ketahanan mental sama crucial-nya dengan keterampilan klinis. Aku juga aktif ikut seminar tentang manajemen pasien kritikal, bahkan sampai dapat sertifikasi ACLS. Yang paling berkesan? Saat pertama kali diterima di RS ternama setelah 6 kali ditolak—rasanya semua jerih payah terbayar lunas. Tips dari hati: jaringan profesional dan portofolio pengalaman yang beragam adalah kunci!
Malam itu aku duduk di ruang keluarga, menatap wajah yang dulu selalu bercanda, dan harus menjelaskan apa arti 'keadaan vegetatif' untuk keputusan perawatan kami.
Secara sederhana, keadaan vegetatif berarti seseorang bisa membuka mata, menunjukkan siklus tidur-bangun, bahkan bernapas sendiri, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang bermakna—tidak menanggapi perintah, tidak berkomunikasi secara konsisten, dan tidak menunjukkan reaksi yang jelas terhadap lingkungan. Perbedaan penting yang aku jelaskan ke keluarga adalah antara koma (tidak sadar dan tidak membuka mata) dan keadaan vegetatif (terlihat 'terjaga' tetapi tanpa kesadaran). Ini krusial karena memengaruhi harapan pemulihan dan pilihan perawatan seperti pemberian nutrisi via selang, ventilator, terapi antibiotik, atau perawatan paliatif.
Dalam pembicaraan kami, aku menekankan perlunya evaluasi ulang berkala, opini neurologis kedua, dan pendekatan yang menghormati nilai keluarga serta kemungkinan prognosis. Keputusan soal menghentikan atau melanjutkan perawatan hidup adalah beban emosional besar; aku menasihati agar didasarkan pada bukti medis, keinginan pasien bila ada, dan keseimbangan antara harapan pemulihan serta kualitas hidup. Akhirnya, memilih memberi perawatan yang membuat nyaman kadang lebih manusiawi daripada berpegang pada perawatan teknis semata—itu yang aku rasakan saat itu.
Cerita tentang suster ngesot sudah menjadi bagian dari urban legend Indonesia sejak lama, dan banyak yang percaya bahwa kisah ini terinspirasi dari kejadian nyata. Beberapa versi menyebutkan bahwa legenda ini berasal dari rumah sakit tertentu di Jakarta atau Surabaya, di mana seorang suster meninggal karena kecelakaan atau bunuh diri dan kemudian arwahnya gentayangan. Aku sendiri pernah mendengar cerita dari teman yang mengaku melihat penampakan perempuan berpakaian suster di lorong rumah sakit saat menjenguk saudaranya tengah malam. Meski tidak ada bukti konkret, detail seperti suara langkah tanpa sumber atau bayangan yang tiba-tiba muncul sering dianggap sebagai 'saksi mata'.
Menariknya, fenomena suster ngesot juga punya kemiripan dengan cerita hantu dari budaya lain, seperti 'The Gray Lady' di Eropa atau 'Kuchisake-onna' dari Jepang. Ini menunjukkan bagaimana ketakutan universal terhadap roh penasaran bisa mengambil bentuk lokal yang spesifik. Aku pribadi lebih melihatnya sebagai campuran antara imajinasi kolektif dan pengalaman personal yang diinterpretasikan secara supernatural. Beberapa rumah sakit tua memang memiliki atmosfer yang cukup menyeramkan, dan itu bisa memicu persepsi tentang keberadaan hantu.
Ada satu adegan di 'Grey's Anatomy' yang selalu membuatku merinding—saat Miranda Bailey bilang, 'Terkadang yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah terus bernapas.' Bukan sekadar tentang profesi, tapi filosofi hidup. Dunia perawat itu seperti mikrocosmos: mereka melihat manusia dalam kondisi paling mentah, antara hidup dan mati. Kutipan-kutipan mereka sering menyentuh relung universal—tentang ketahanan, compassion, atau absurditas nasib.
Yang kubaca dari banyak film, perawat sering menjadi suara kebenaran yang pahit tapi perlu. Di 'The English Patient', misalnya, dialog-dialog Hana tentang merawat orang yang bahkan tak ingin diselamatkan itu menusuk. Bukan kebetulan karakter perawat sering diposisikan sebagai penjaga ambang—mereka berdiri di garis batas antara harapan dan keputusasaan, lalu memilih untuk tetap menyirami yang layu.
Aku selalu menuliskannya dengan rapi seperti menulis resep — jelas dan bisa dibaca kapan saja oleh tim berikutnya.
Langkah yang aku lakukan: pertama catat identitas bayi (nama sementara atau nomor rekam, tanggal & jam lahir, berat dan kondisi saat pemeriksaan). Lalu buat tabel sederhana dengan kolom: 'Parameter', 'Observasi singkat', dan 'Skor'. Untuk New Ballard ada dua bagian: neuromuskular (postur, square window/lapang pergelangan, arm recoil, popliteal angle, scarf sign, heel to ear) dan fisik (kulit, lanugo, permukaan plantar, payudara, mata/tepi telinga, genitalia). Aku isi tiap baris dengan observasi singkat lalu angka skor sesuai pedoman.
Setelah itu jumlahkan subtotal neuromuskular dan fisik, tulis total akhir, lalu konversi total ke usia gestasi menggunakan tabel konversi New Ballard (jangan tebak — pakai grafik/resmi). Terakhir, cantumkan inisial pemeriksa, tanggal & jam, serta kondisi bayi saat dinilai (mis. hangat/hipotermik, sedated). Dengan format seperti ini, siapapun yang membaca catatan langsung paham dan mudah bandingkan dengan data antenatal. Aku merasa tenang kalau catatan rapi, karena itu menyelamatkan komunikasi di shift berikutnya.
Potongan undercut memang keren banget, tapi butuh perawatan ekstra biar tetap sharp. Awalnya kupikir tinggal cukur bagian bawah terus selesai, eh ternyata salah besar. Rambut bagian atas harus sering di trim biar enggak keliatan jembel, apalagi kalo model disconnected undercut. Pakai pomade atau wax tiap pagi buat ngehold style-nya, plus spray sedikit hairspray biar tahan seharian.
Yang paling ribet sih bagian fade-nya, harus ke barber setiap 2-3 minggu biar garisnya tetap clean. Kalo malas, bisa beli clipper sendiri tapi resikonya kagak rapi. Oh iya, jangan lupa pakai shampoo khusus buat rambut berminyak soalnya bagian yang dicukur itu rentan jerawatan kalo keringat banyak.
Kemarin malam iseng browsing film horor lokal, langsung teringat karakter Suster Cecilia yang bikin merinding. Ternyata yang mainin itu Laura Basuki! Performanya keren banget, bisa bikin nuansa mistis dan tegang beneran terasa. Aku suka cara dia ekspresiin karakter suster yang sebenarnya punya rahasia gelap itu.
Laura emang udah beberapa kali muncul di film horor Indonesia, tapi perannya di 'Suster Ngesot' ini yang paling memorable buatku. Dia berhasil bikin Suster Cecilia jadi sosok yang ambigu, antara menyeramkan dan tragis. Kalo ngomongin akting horor, menurutku dia salah satu yang terbaik di industri kita.