Sebenarnya, belajar bahasa Korea cuma buat baca manhwa raw itu worth it atau tidak? Bagi yang sangat fanatik, mungkin iya. Tapi bagi gue, effortnya terlalu besar. Selain “Predatory Marriage”, masih ada banyak manhwa lain yang menarik, jadi lebih baik pakai terjemahan. Kalau lo punya waktu dan minat belajar bahasa Korea, kenapa tidak? Bisa baca manhwa langsung, nonton drama tanpa subtitle, manfaatnya banyak. Tapi kalau cuma untuk satu atau dua judul, sepertinya tidak worth it. Tunggu saja terjemahan resmi atau fan translation yang biasanya muncul seiring waktu. Manhwa populer biasanya cepat menarik perhatian scanlator. Jadi sabar saja, masih banyak bacaan lain yang bisa dinikmati sambil menunggu.
Aku mau cerita tentang pengalaman buruk ketika membaca 'Painter of the Night' di situs aggregator. Situs itu penuh iklan. Beberapa episode muncul dalam urutan yang acak, jadi aku tidak tahu harus melanjutkan ke mana. Ada juga chapter yang muncul dua kali atau tidak ada sama sekali. Aku merasa frustrasi, lalu aku beralih ke Webtoon. Di Webtoon semua episode teratur. Setiap episode ada preview untuk episode selanjutnya. Tidak ada iklan pop‑up yang mengganggu. Dari pengalaman itu aku belajar bahwa lebih baik menghabiskan sedikit uang atau waktu untuk mengumpulkan koin gratis daripada harus berurusan dengan situs ilegal yang merepotkan. Sekarang aku lebih sering membaca manhwa di Webtoon daripada di platform lain.
Melihat perbedaan pendapat antara yang pro baca legal dan yang cari gratisan memang menarik. Kedua sisi punya alasan yang masuk akal. Menurutku, selama tidak merugikan orang lain secara langsung, pilihan itu terserah masing‑masing.