GUTEN TAG, MOMMY!
"Kamu nggak paham bahasaku? Oh! Aku tahu, udah terbiasa dengan wanita pujaan ngomong bahasa Jerman. Jadi, bahasa gini nggak paham."
"Kamu cemburu?" tanyanya dengan percaya diri. Ingin, aku melempar benda keras ke kepalanya. Apapun yang ada di depanku.
"Aku cemburu? Lucu kamu Tuan! Yang ada, aku muak, eneg, dan JIJIK!" jawabku tak mau kalah. Rahangnya mengeras. Peduli setan, agar dia tidak seenaknya membuatku seperti dulu!