Mirror : Death Note
Tapi rasanya aku terlalu tenggelam dalam cerita ini, dan novel ini adalah salah satu novel horor terbaik yang pernah ku baca, setelah novel milik Danielo yang telah aku koleksi hingga satu bari rak buku di kamar.
Sebuah pintu terdengar cukup kencang ditutup. Sontak aku mencari sumber suara yang mengangetkan ku tadi. Sepertinya dari ruangan Babeh di sana. Karena pintu itu masih terlihat bergerak sedikit. Mungkin dia juga baru saja keluar dari ruangannya, atau kembali. Tapi kenapa dia sama sekali tidak menyapaku. Aku kembali menunduk dan fokus. Kali ini sebuah kursi yang berada 3 meja di samping ku terjatuh. Aku mulai merasa aneh dengan keadaan sekitar. Rasanya keadaan mulai tidak kondusif, dan sebaiknya aku segera pergi dari sini. Naskah itu aku rapikan dan kuletakkan di meja. Bulu kudukku
mulai meremang. Saat hendak berjalan ke lift, aku merasakan seseorang keluar dari ruangan Om Fendi. Aku pun menoleh cepat, di sana mulai tampak seseorang yang asing. Pria paruh baya dengan wajah pucat tersenyum padaku. Di tangannya ada sebilah pisau yang berlumuran darah. Aku panik, tapi tiba-tiba keadaan di sekitarku berubah. Suasana yang tadinya sunyi, mendadak ramai oleh beberapa orang yang tampak asing bagiku. Mereka bukan teman kerja yang biasanya aku lihat. Pria tadi berlari lalu menusuk satu demi satu orang yang berada di ruangan ini. Semua panik, dan berusaha keluar dari tempat ini. Beberapa orang melewati ku begitu saja, seakan - akan aku tidak tampak oleh mereka. Bahkan tubuh mereka menembusku dan membuat getaran aneh saat hal itu terjadi.