Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Tahun ketiga setelah kematianku, suamiku akhirnya teringat denganku. Itu karena penyakit leukemia kekasih masa kecilnya kambuh, dia membutuhkan transplantasi sel hematopoietik lagi. Dia mencari ke tempat tinggalku untuk memintaku menandatangani perjanjian donor. Tetapi dia mendapati rumah itu sudah kosong. Dia bertanya kepada tetangga. Tetangga berkata, “Maksudmu gadis bernama Candy Wongso itu? Dia sudah lama meninggal! Kudengar dia dipaksa mendonorkan sumsum tulangnya saat sedang sakit, dia meninggal beberapa hari setelah kembali.” Dia menolak memercayainya, mengira tetangga itu telah bersekongkol denganku untuk membohonginya. Dia berkata kepada tetangga itu dengan tidak sabar, “Jika kamu bisa menemuinya, tolong beri tahu dia, jika dia tidak muncul dalam tiga hari, aku tidak akan membayar sepeser pun biaya pengobatan anak haramnya.” Melihatnya yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan, tetangga itu menggelengkan kepala dan pergi, bergumam sendiri, "Kasihan anak itu, dia juga sudah lama mati kelaparan..."
16.8K viewsCompletedAdded to Library 623 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Cinta yang Menghanyutkan

Cinta yang Menghanyutkan

Suamiku marah besar karena kekasih lamanya terjebak di lift selama setengah jam. Karena marah, dia memasukkanku ke dalam koper dan menguncinya. “Kamu harus menanggung dua kali lipat dari semua penderitaan yang Enny alami.” Aku meringkuk, kesulitan bernapas, menangis sambil meminta maaf, tetapi yang kuterima hanyalah tuduhan dingin dari suamiku. “Terima hukuman ini. Hanya dengan dihukum, kamu bisa lebih patuh.” Dia mengunci koper yang berisi aku ke dalam lemari. Aku berteriak putus asa, berjuang untuk keluar. Tetapi darah mengalir dari koper dan membasahi lantai. Lima hari kemudian, hati suamiku luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman. “Ini hanya peringatan kecil, aku akan memaafkanmu kali ini.” Namun, dia tidak tahu bahwa tulang belulangku sudah membusuk dan tidak berbentuk lagi.
19.2K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
8.3K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Saat Aku Sekarat, Keluargaku Hancur Bersamaku

Hari di mana aku pingsan dan didiagnosis menderita kanker stadium akhir di rumah sakit adalah hari ulang tahunku dan kakak kembarku, Nadin, yang ke-22. Aku tidak peduli dengan saran dokter untuk dirawat inap dan langsung pergi, hanya demi merayakan ulang tahun terakhir yang riang bersama keluargaku. Namun ketika aku tiba di pesta ulang tahun, aku justru dihentikan oleh pelayan di depan pintu. Dia berkata bahwa tempat ini telah disewa untuk perayaan ulang tahun putri Keluarga Yanuar, dan orang luar tidak diizinkan masuk. Di balik kaca jendela, Kakak laki-laki memegang kue, Ayah memasangkan topi ulang tahun di kepala Nadin. Bahkan pacarku juga tersenyum sambil menatap Nadin yang memejamkan mata untuk membuat permohonan. Setelah berdiri terpaku selama setengah jam, akhirnya pacarku mengangkat teleponku. "Aku tadi ke rumah sakit, sekarang ...." Ia memotong ucapanku, "Nadia, tubuhmu selalu sehat. Hari ini ulang tahun Nadin, kalau ada apa-apa, bicarakan nanti aja." Bukankah hari ini juga ulang tahunku? Hanya karena Ibu meninggal dunia akibat pendarahan hebat saat melahirkanku. Dan karena dokter mengatakan aku telah "merebut" nutrisi Nadin saat dalam kandungan hingga membuatnya bertubuh lemah sejak kecil. Semua orang pada menganggap, akulah yang seharusnya mengalah pada kakakku yang lahir lima menit lebih dulu itu. Aku meremas hasil diagnosis kanker dan membuangnya ke tempat sampah, memutuskan untuk tidak lagi bersedih karena pilih kasih mereka. Karena sejak awal aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka, maka aku memilih untuk pergi selamanya.
16.0K viewsCompletedAdded to Library 544 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku adalah seorang dokter dengan gelar profesor di bidang medis. Dia adalah orang yang jujur, adil dan baik hati. Hingga suatu hari, mantan kekasihnya mengalami kecelakaan dan menabrak seseorang hingga tewas. Untuk membantu mantan kekasihnya terlepas dari hukuman, dia menggunakan pengetahuannya di bidang medis. Dia membuat jasad korban menjadi spesimen dan menempatkannya di laboratorium. Saat dia menangani jasad itu, terlihat ada janin di dalam rongga perut. Dia yang biasanya begitu tenang, kali ini jantungnya berdetak kencang. Dia tidak tahu bahwa jasad itu adalah milikku. Dan janin itu adalah anaknya …
3.8K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Menjelang malam pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta lamanya. [ Orang yang selalu ingin kunikahi, tetap hanya kamu. ] Hari pernikahan semakin dekat. Aku melihatnya sibuk ke sana kemari, menyiapkan segalanya sesuai dengan selera cinta lamanya. Aku membiarkannya begitu saja. Sebab, aku tidak lagi menginginkan pernikahan ini ... ataupun dirinya.
12.2K viewsCompletedAdded to Library 427 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya hanya tersedak air kolam renang. Namun, dia mengikatku dan memasukkan tubuhku ke dalam kolam renang, hanya menyisakan celah kecil sekitar dua sentimeter yang kiranya bisa aku gunakan untuk bernapas. Dia berkata. "Kamu akan menanggung dua kali lipat penderitaan yang Cindy alami." Aku tidak bisa berenang, jadi hanya bisa berusaha keras untuk tetap bernapas dan memohon bantuannya sambil menangis. Namun, yang aku dapatkan sebagai balasan adalah teguran dingin darinya. "Kalau nggak diberi pelajaran, kamu nggak akan bisa patuh." Aku hanya bisa meronta dalam keputusasaan .... Setelah lima hari, dia akhirnya luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman ini. "Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi kali, aku akan membuatmu sadar!" Namun, yang tidak dia ketahui adalah mayatku sudah berubah menjadi lebih besar.
8.5K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Ini adalah malam tahun baru ketiga sejak suamiku bangkrut. Rumah kami begitu miskin sampai tidak tersisa beras sedikit pun. Dia bilang, dia ingin makan daging. Dengan suhu minus 20 derajat dan badai salju lebat, aku menahan dingin sambil mengendarai motor listrik tua untuk mengambil pesanan kerja lepas. Jalanan terlalu licin. Aku dan motorku terperosok ke selokan. Beberapa tulang rusukku patah dan di tengah salju yang menutupi langit, tubuhku perlahan kehilangan suhu. Menjelang ajal, tanganku masih mencengkeram erat kotak lauk daging goreng yang kubeli khusus untuk tambahan makanannya. Setelah jiwaku meninggalkan tubuh, aku melayang kembali ke rumah kontrakan kami yang selalu berangin, tetapi tak ada seorang pun di sana. Aku keluar dan melihat suamiku berdiri rapi dengan setelan jas di sebuah vila mewah yang hanya terpisah satu jalan. Di tangannya sedang menggoyangkan segelas anggur merah dengan santai. Sekelompok pengawal bersikap sangat hormat kepadanya. Aku melayang mendekat dan mendengar dia bergumam, "Aku benar-benar nggak kepengin lagi jalani hidup sengsara begini. Kalau wanita bodoh itu tahu aku pewaris orang terkaya, mungkin dia akan senang setengah mati." "Tapi, ke mana dia pergi? Kenapa belum pulang untuk masak? Benar-benar makin malas saja." Namun dia tidak tahu, aku tidak bisa pulang lagi.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Antara Benci dan Cinta

Antara Benci dan Cinta

Pada hari kematianku, pacarku memelukku. Dulu pacarku adalah pria yang kubantu keluar dari incaran para wanita kaya dengan satu syarat, yaitu dia harus berpacaran denganku selama tiga tahun, dia pun setuju. Selama itu, aku menghabiskan banyak uang dan tenaga untuk membantunya menjadi terkenal. Namun, dia menyatakan bahwa dia tidak mau menjalin hubungan denganku lagi. Sementara itu, dia justru berpacaran dengan wanita lain. Wanita itu datang menemuiku dan memperdengarkan pesan suara dari pacarku yang mengatakan, "Dia hanyalah batu loncatanku. Kalau tidak, aku tidak akan peduli padanya, dia tidak menarik." Anehnya, setelah aku meninggal, mengapa dia tiba-tiba berubah menjadi gila?
6.6K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
Teman Ranjang Majikanku

Teman Ranjang Majikanku

Pernikahan Bayu dan Dona terancam gagal karena kehadiran orang ketiga. Kartika, wanita lugu dari kampung yang mendapatkan tawaran bekerja di rumah Bayu. Tidak menyangka jika Bayu justru terpikat akan sikap dan cara Kartika dalam melayaninya. Keadaan semakin rumit, di hari menjelang pernikahan. Kartika ketahuan telah mengandung anak Bayu.
619 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as 40 hari menjelang kematian
Read
+Library
PREV
1
...
2021222324
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status