LOGINIni adalah malam tahun baru ketiga sejak suamiku bangkrut. Rumah kami begitu miskin sampai tidak tersisa beras sedikit pun. Dia bilang, dia ingin makan daging. Dengan suhu minus 20 derajat dan badai salju lebat, aku menahan dingin sambil mengendarai motor listrik tua untuk mengambil pesanan kerja lepas. Jalanan terlalu licin. Aku dan motorku terperosok ke selokan. Beberapa tulang rusukku patah dan di tengah salju yang menutupi langit, tubuhku perlahan kehilangan suhu. Menjelang ajal, tanganku masih mencengkeram erat kotak lauk daging goreng yang kubeli khusus untuk tambahan makanannya. Setelah jiwaku meninggalkan tubuh, aku melayang kembali ke rumah kontrakan kami yang selalu berangin, tetapi tak ada seorang pun di sana. Aku keluar dan melihat suamiku berdiri rapi dengan setelan jas di sebuah vila mewah yang hanya terpisah satu jalan. Di tangannya sedang menggoyangkan segelas anggur merah dengan santai. Sekelompok pengawal bersikap sangat hormat kepadanya. Aku melayang mendekat dan mendengar dia bergumam, "Aku benar-benar nggak kepengin lagi jalani hidup sengsara begini. Kalau wanita bodoh itu tahu aku pewaris orang terkaya, mungkin dia akan senang setengah mati." "Tapi, ke mana dia pergi? Kenapa belum pulang untuk masak? Benar-benar makin malas saja." Namun dia tidak tahu, aku tidak bisa pulang lagi.
View MoreSetahun penuh setelah kematianku, harta Alfons habis tak bersisa. Karena kondisi mentalnya tak stabil, perusahaan direbut bersama-sama oleh dewan direksi. Dia benar-benar menjadi orang tak berguna.Pada malam Tahun Baru, di luar kembali turun salju lebat. Suara kembang api dan petasan bersahut-sahutan.Alfons bangkit dari tempat tidur. Di matanya terpancar kegembiraan yang aneh. "Tahun Baru ... harus makan pangsit ... harus makan daging goreng .... Sabrina belum pulang .... Aku harus jemput dia ...."Dia mendorong motor listrik rusak yang dulu kukendarai semasa hidup, lalu keluar dari rumah. Motor itu sudah lama kehabisan baterai. Dia mengayuhnya dengan kaki, sedikit demi sedikit bergerak maju."Sabrina ... suamimu datang menjemputmu …. Aku sudah membelikanmu baju baru ... membelikanmu gelang emas ...."Dari dalam pelukannya, dia mengeluarkan bungkusan kain merah. Itu gelang emas yang dia tebus kembali dari pegadaian dengan sisa uangnya selama setahun ini.Tanpa sadar, dia mengayuh sam
Setelah diusir, Alfons mengurung diri di vila. Dia memulangkan semua orang. Dia duduk di sofa, menatap udara kosong."Sabrina, airnya sudah mendidih, kenapa kamu nggak tuang air?""Sabrina, lantainya kotor, kenapa kamu nggak pel?""Sabrina, aku lapar. Aku ingin makan daging goreng ...."Di rumah mewah yang begitu besar, hanya ada gema yang kosong. Alfons kelaparan sampai perutnya kram, tetapi dia tidak bisa menelan sedikit pun makanan.Dia mencoba memesan makanan dari hotel bintang lima itu. Hidangan yang sama, beef Wellington dengan trafel hitam.Namun, baru masuk ke mulut, bau amis darah itu membuatnya mual. Dia memuntahkannya."Nggak enak ... sama sekali nggak enak ...." Dia terisak-isak di meja makan. "Aku mau makan mi buatan Sabrina .... Aku mau makan mi kuah bening yang cuma ada sedikit daun sayur ...."Namun, tak akan ada lagi yang memasakkan untuknya. Saat malam tiba, ketakutan menelannya.Dia membungkus diri dengan jaket bulu angsa tebal, meringkuk di sudut dinding. Matanya te
Keesokan harinya, kabar kematianku menyebar ke seluruh lingkaran pergaulan mereka.Tentu saja bukan karena Alfons yang mengumumkan berita duka, melainkan karena sebuah video.Seseorang merekam adegan Alfons mengorek sampah dan menelan pil di rumah kontrakan, lalu mengunggahnya ke grup "Grup Kesehatan Tuan Muda".[ Heboh! Tuan Muda Alfons lagi kerasukan atau benar-benar gila? ]Grup itu langsung ramai.[ Jovan: Buset! Itu benaran makan sampah? Sepertinya kematian gadis desa itu membawa pukulan besar buat dia ya? ][ Ed: Sudahlah. Menurutku cuma pura-pura. Alfons ini sial banget. Pas Tahun Baru istrinya mati, sekarang bikin drama begini. Jangan-jangan kerasukan? ][Liam: Keluarkan saja dia dari grup. Lihat saja sudah bikin merinding. Orang yang bawa sial pada istri begini, yang dekat-dekat sama dia pasti kena apes. ]Grup itu mengeluarkannya. Rekan bisnis memutus kerja sama dan menarik investasi. Namun, Alfons tidak peduli.Tubuhnya kurus sampai berubah bentuk, seperti pengemis. Dia ingi
Keluar dari rumah duka, Alfons kembali ke rumah kontrakan. Begitu pintu dibuka, bau apek bercampur udara dingin menerpa wajahnya.Satu-satunya sumber pencahayaan berasal dari lampu jalan yang menembus masuk ke rumah, memberikan penerangan yang samar kepada ruang yang gelap gulita itu.Alfons menyalakan lampu. Bohlam redup itu berkedip dua kali dengan bunyi berdesis sebelum akhirnya menyala.Yang terlihat di depan mata adalah kekacauan di seluruh ruangan. Di lantai masih berserakan pecahan mangkuk yang dia banting dua hari lalu saat marah. Di atas meja ada setengah mangkuk kuah mi instan yang tak habis dimakan dan sudah membentuk lapisan minyak putih tebal.Di sudut dinding menumpuk beberapa karung anyaman. Isinya botol air mineral kosong dan kardus bekas. Dia yang memaksaku untuk memungutnya.Alfons masuk ke kamar tidur yang sempit. Tumpukan selimut di atas ranjang tampak berantakan, sarung bantal sudah menguning karena terlalu sering dicuci.Dia menjatuhkan diri duduk di ranjang. Papa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.