Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKAN MENANTU MISKIN

BUKAN MENANTU MISKIN

Bismillah, kami pasti bisa melaluinya. . . . Mulai bab 18, Author akan menceritakan melalui POV 3 atau POV Author, agar bisa lebih gamblang. 🙏☺️
5.7K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as POV 3
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Dia mencoba melepaskan genggamannya, tapi Maya justru menahan tangannya lebih erat. Rendra mendekat, wajahnya tampak puas. “Tadi aku sudah bilang, kan? Konsepnya POV.” Dia berjongkok di samping Beni, suaranya berbisik tapi jelas terdengar. “Point of View. Artinya, kamera ada di tanganmu...” Dia jeda, menatap Beni dengan mata penuh arti. “...dan kau ikut main di dalamnya.”
104.5K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as POV 3
Read
+Library
Lady Bug

Lady Bug

Diancam begitu perlahan Vivi duduk, mengusap air mata sambil mengatur napas sesengakan, mendapati Anjas menulis sesuatu di kertas, lalu mendorong benda itu di atas meja. "Baca baik-baik." Vivi membaca tulisan dalam kertas Banyak judul buku tersusun rapi berbaris ke bawah membentuk dua baris. Di bagian atas tertulis POV1 dan POV3. "Ini maksudnya apa?" "Itu daftar cerita yang dibagi menurut POV. Kalau masih mau lanjut kamu baca minimal dua buku POV1 dan dua buku POV3. Kita bahas semua novel itu kelak, dan aku yakin ... setelah membaca kamu bakal paham apa yang disebut POV. Bagaimana?"
9.713.6K viewsCompletedAdded to Library 545 Times as POV 3
Show Reviews (58)
Read
+Library
WarmIceBoy
Terima kasih yang sudah mau membaca, semoga kalian betah. Saya akan berusaha update cepat dan meminimalis typo. Maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga novel ini bisa menghibur. Tinggalkan saran, kritik, masukan, dan review kalian, ya. jika iklas bisa memberi diamon :) Selamat membaca~
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Pov: Aku duduk di depan rumah, memandang birunya langit,merasakan sejuknya hembusan angin,dan menikmati suasana sore yang mententramkan hati dan pikiran. Evan pov: Setelah aku lelah bermain bola di sebuah lapangan di kampung sebelah, aku memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan nafasku yang terengah- engah dan keringatku yang bercucuran aku berjalan, namun kakiku terhenti saat aku melihat wanita yang cantik parasnya,aku terus memandanginya di sebalik pohon.
4.5K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as POV 3
Read
+Library
THE POSSIBLE

THE POSSIBLE

Aku melambaikan salam perpisahan di tengah salju. *** Aku perlu waktu tiga hari untuk sampai ke Denver, Colorado. Volvo itu meluncur mulus di jalan, terutama di tengah salju dan es di daerah Pittsburgh. Aku menelepon Yuval satu kali dengan telepon mobil. Kantor sepi, katanya. Tak ada yang mencariku.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as POV 3
Read
+Library
Thirty Days

Thirty Days

Adam melihat kepergian Nohan yang begitu bersemangat. "Dengan Mr. Adam!" Mr. Adam seketika terkejut, melihat tiga orang berseragam polisi berdiri di depannya. Sejak kapan? Pikirnya. Bersambung. ***
2.8K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as POV 3
Read
+Library
30 AGAIN

30 AGAIN

Di tempat tidur BELLA tertidur pulas sedangkan di sofa kamarnya DEVAN sedang sibuk berkutat dengan laptopnya tanpa menyadari kehadiran CLARISA. BELLA lagi-lagi teriak histeris saat menemukan burung mati di dalam kamarnya, disana ada surat yang meminta BELLA untuk tidak menganggu kehidupan CLARISA dengan DEVAN jika tidak ingin hidupnya berakhir seperti burung tersebut. BELLA langsung mengamuk saat melihat CLARISA. BELLA menuduh CLARISA dibalik teror yang selama ini dia alami. CLARISA geram setiap kali DEVAN selalu membela BELLA.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as POV 3
Read
+Library
PESONA

PESONA

Ia berada di sebuah kamar asing dan ia tak pernah merasa pernah ada di kamar ini. Ia pun langsung bangun dan duduk dia atas kasur sambil memperhatikan kamar ini, kamar ini termasuk lengkap karena memiliki kamar mandi, ruang tamu, ruang makan, dapur, dan balkon sendiri. Ia pun langsung berdiri dan berjalan ke arah balkon untuk melihat suasana di luar. Saat berada di balkon, suasana langsung terasa sangat dingin, pasti ia berada di penggunungan karena ia melihat banyak gunung di sini hingga matanya menangkap sebuah papan kayu yang dihiasi lampu tumbler yang menampilkan lokasinya saat ini yaitu Villa Mountain di Bogor. "Pasti pria itu yang membawaku ke sini, dia mengatakan pergi ke tempat syuti
1016.0K viewsOngoingAdded to Library 463 Times as POV 3
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status