Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak
Suami yang telah menikah denganku selama lima tahun, ternyata adalah pewaris keluarga mafia, Keluarga Leis yang selama ini terasing.
Di hari dia dijemput kembali oleh keluarganya, dia menggandeng Justin, putra kami dan Vinnie, cinta pertamanya menuju mobil mewah seharga miliaran. Sambil mengerutkan kening, dia berkata padaku,
“Sofia, aku hanya persiapkan untuk membawa Vinnie dan Justin. Kamu tunggu di sini dulu. Tunggu posisiku stabil di Keluarga Leis, baru akan datang menjemputmu.”
Aku mengangguk dengan tenang dan menuruti pengaturannya tanpa komentar.
Karena aku tahu meski memaksakan diri untuk mengikutinya, pasti tidak akan berakhir dengan baik.
Di kehidupan sebelumnya, aku menangis dan meronta-ronta untuk ikut dengannya.
Roy yang merasa terpaksa, akhirnya membawaku pulang ke kediaman Keluarga Leis.
Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan sebentar. Vinnie menjebakku dengan tuduhan bahwa aku membocorkan rahasia Keluarga Leis.
Berdasarkan aturan keluarga, aku pun dijatuhi hukuman mati. saat putusan dibacakan, Justin berteriak dengan mata berkaca-kaca,
“Aku benci denganmu! Kalau saja kamu nggak memaksa untuk ikut pulang, aku nggak akan punya ibu pengkhianat dan sudah punya ibu yang lebih baik sejak awal!”
Seketika, hatiku benar-benar hancur.
Kini, setelah terlahir kembali ke masa sebelum suamiku dijemput keluarganya, aku memutuskan untuk melepaskannya. Aku tidak akan lagi menjadi penghalang bagi kebahagiaan sepasang ayah dan anak itu.