Dekapan Hangat Pacar Sahabat
ucap salah seorang warga memotong ucapan Adip.
“Lebih baik kamu menurut, daripada di gebukin di sini! Wajah kamu bisa tambah hancur,” sahut yang lain.
Adip memejamkan mata frustasi, mengapa orang-orang senang sekali berasumsi tanpa mendengar fakta yang sebenarnya?
“La, maaf,” ucap Adip hanya dengan gerakan bibir.
Lila menghela nafas pasrah, matanya sudah berkaca-kaca, lalu ia kembali memohon pada ibu kost, “Bu, tolong saya, Bu, saya nggak seperti yang mereka pikir.”
Hot Chapters