LOGINAdip dan Lila, dua sahabat dekat, terjebak dalam skandal saat warga memergoki mereka di kamar kost Lila. Padahal, Lila sudah memiliki kekasih bernama Galang yang juga sahabat baik Adip. Rumor yang beredar memaksa keluarga mereka menjodohkan Lila dengan Adip, membuat hubungan ketiganya semakin rumit. Galang yang merasa dikhianati, dilanda amarah dan cemburu. Di tengah ikatan takdir dan perasaan yang bergejolak, Lila harus memilih antara cinta dan persahabatan. Mampukah mereka bertahan atau justru terpisah selamanya?
View MoreAdip terduduk di bangku tunggu rumah sakit. Wajahnya pucat pasi, napasnya memburu, keringat dingin mengalir dari pelipis. Di dalam sana, Lila sedang berjuang melawan maut. Dan ia? Ia harus berjuang melawan waktu dan kenyataan.âHarus ada biaya untuk operasi,â suara dokter tadi terus terngiang-ngiang di telinganya.Jumlahnya tak sedikit. Adip tahu, bahkan seandainya ia menjual motornya pun, tetap tak akan cukup.âGue cari di mana duit sebanyak itu?â Tanpa pikir panjang, Adip menghubungi semua temannya. Ia mengirim pesan ke grup, satu per satu nama ia telepon untuk meminta, memohon, bahkan mengemis. Tapi jawabannya sama ⊠âSorry, Dip, gue lagi nggak ada.â Ya, kebanyakan sedang tak ada uang. Beberapa hanya bisa memberi seratus, atau dua ratus ribu. Tak cukup bahkan untuk biaya pendaftaran operasi.Ia mencoba ke rumah Galang, sahabat atau mantan pacar Lila yang dulu pernah ia tikung. Tapi Galang hanya menggeleng di ujung telepon. âGue nggak bisa bantu, Dip. Maaf banget.ââLang, tolong,
Motor itu meluncur ke tepi jalan dan menghantam semak-semak sebelum akhirnya terguling dengan keras. Suara benturan terdengar nyaring, membuat beberapa warga yang kebetulan berada di sekitar area itu segera berlari ke lokasi kejadian. Lila terkapar tak bergerak di tanah, tubuhnya penuh luka dan darah mengalir dari pelipisnya. Napasnya lemah, hampir tak terdengar. Dia pun tak bisa melihat langit dengan jelas sebab pandangannya kabur.Sementara Salma terbaring beberapa meter darinya, hanya dengan beberapa luka gores di lengan dan kakinya. Ia meringis kesakitan, tapi kesadarannya tetap penuh. âCepat, angkat mereka ke mobil! Kita bawa ke rumah sakit!â teriak seorang pria paruh baya yang segera mengkoordinasi warga untuk membantu. Dalam waktu singkat, Lila dan Salma dibawa ke rumah sakit terdekat. Sirene ambulans meraung di udara, menyuarakan urgensi situasi. Salma duduk diam di atas tandu, tangannya yang terluka diikat perban seadanya. Sesekali, matanya melirik ke arah Lila yang t
Adip diikuti Lila sama-sama menoleh ke arah suara itu. Galang berdiri beberapa meter dari mereka dengan tatapan membara, napasnya memburu seperti baru saja berlari dikejar anjing.âGalang?â ucap kedua remaja itu bersamaan.âLo nggak paham bahasa manusia, ya, Dip? Gue bilang jauhin Lila!â bentak Galang, langkahnya semakin mendekat.âLo juga, La! Jadi cewek murahan banget. Bisa-bisanya Lo mau di ewe gratisan! Najis!ââJaga, ya, mulut Lo!â Gertak Lila. Namun Galang hanya mendengus sinis, menatap Lila dengan pandangan jijik.âSahabat macam apa Lo, Dip? Lo nusuk gue dari belakang tau nggak!âAdip yang dari tadi masih diam, mulai bangkit dari tempat duduknya, menatap Galang dengan senyum miring penuh ejekan. âKenapa? Kalian mantan, jadi nggak ada alasan buat gue deketin Lila.ââLo pikir ini lucu, hah? Video mesum kalian kesebar, lo bikin hidup Lila berantakan. Nggak tau malu emang ya lo?â Galang tak menunggu jawaban. Dia langsung melayangkan tinjunya ke wajah Adip.Adip terhuyung ke belakan
Hari berikutnya, Lila berusaha menjalani rutinitas seperti biasa meski hatinya masih berat. Galang? Tentu saja cowok itu masih mengejarnya, tapi Lila mengabaikan segala perkataan Galang yang terus meminta dirinya untuk kembali.Dengan wajah yang sengaja ditampilkan setenang mungkin, dia melangkah masuk ke sekolah. Namun, begitu melewati gerbang, bisik-bisik dan tatapan aneh langsung menyergapnya. âEh, itu Lila kan?â âIya, yang ada di video itu, kan?â "Iyyuuuh, jijik banget nggak sih? anak bikin anak!"âParah banget sih... pantes Adip sama Galang tengkar, ternyata ini toh penyebabnya? Di rumah pohon lagi.â Lila menghentikan langkahnya, bingung dengan gumaman murid-murid yang semakin jelas mengarah padanya. Tatapan mereka membuat tubuhnya terasa kaku, jantungnya berdegup kencang. Apa yang sebenarnya terjadi? pikirnya panik. Dia mencoba mengabaikan semua itu dan terus berjalan ke kelas. Tapi suasana yang lebih buruk menantinya di sana. Begitu masuk, semua mata tertuju padanya.
âSebenarnya gue sengaja menyelinap ke kamar kos Lila, karena gue biar dinikahin sama dia, jadi ini semua salah paham,â kata Adip.âNah, dengar sendiri, kan? Saya yakin kalian semua masih cukup muda untuk tuli!â timpal ibu Lila.Semua orang terperangah, termasuk pak RT yang wajahnya sudah memerah ka
âSaya tidak setuju! Apa-apaan kalian? Anak saya ini masih di bawah umur!âSuara ibu Lila bergema di ruangan itu, tangan kirinya menggebrak meja hingga cangkir bekas minum mereka bergetar. Membuat setiap pasang mata di sana tertuju padanya. âBu, tenang dulu sebentar,â tegur pak RT.âTenang-tenang,
âDip, tadi kamu masuk nggak ada yang lihat, kan?â tanya Lila mulai panik, suara orang-orang di depan semakin riuh meneriaki Lila untuk membuka pintu. âMbak kita tau di dalam ada laki-laki yang menginap!â Brak brak brakâDip, gimana?ââA-aku ngumpet di kamar mandi, kamu buka pintu, oke? Jangan pan
âA-apa? Menikah?â Ayah sampai gugup mendengar ucapan konyol Adip.Semua orang terperangah mendengar ucapan Adip, apa anak itu sudah gila? Dirinya saja masih hidup menumpang orang tuanya, omong kosong macam apa ini?âMaksud kamu apa, Dip? Jangan bercanda kamu! Kamu menghamili anak orang? Ha?!â timpa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore