Tukang Pijat Tampan
Ia langsung mengapit tangan Adit, seolah pemuda itu adalah miliknya, ekspresinya lucu bercampur posesif.
"Dih, pelit!" Celina mencibir, namun senyum tak bisa ia sembunyikan.
"Bodo!" Renata menjulurkan lidah, membalas ejekan Celina.
Adit hanya bisa pasrah dan merasa canggung dengan semua itu. Ia membiarkan tangannya diapit Renata, merasakan hangat telapak tangannya. Perasaan bersalah kembali merayapi benaknya, namun desiran gairah yang baru saja ia alami membuat segalanya terasa ambigu. Ia adalah seorang gladiator, dan mereka adalah penonton setianya.