Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa

Rasa

Ustadz menyerahkan handphonenya pada Abian, Abian menerima, dan mulai menghubungi ummanya. “Hallo, Assallamuallaikum." umma menjawab telephon Abian, memulai pembicaraan lebih dulu. “U-umma, wa’allaikumussallam,” jawab Abian cukup senang bisa mendengar suara ummanya. “Lho, abang? Kenapa, bang?” “Abi mau lomba MHQ, doain Abi biar gak gugup nanti di panggung.” Napas Abian kembali teratur. Sesak di dadanya juga mulai berkurang.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Pedang Kehancuran Malaikat Bersayap Tujuh

Pedang Kehancuran Malaikat Bersayap Tujuh

Suasana ruangan penuh dengan ketegangan saat mereka saling berhadapan. Hao Chen melangkah mendekati Rexana, pandangannya menembus matahari yang memancar dari jendela besar. "Rexana, kau tak menyadari apa yang kita hadapi di sini. Esensi Ruh bukanlah hal yang sepele. Itu adalah kekuatan yang bisa menghancurkan maupun menyelamatkan dunia. Apakah kita berhak mempertaruhkan semuanya pada seseorang yang baru saja kita temui?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Jika kau masih bermulut lancang lekas angkat kaki dari sini sebelum kuperintahkan barisan para Dewi untuk menyeretmu dan melemparkan rohmu ke bumi sana! Ruhrinjani kembali layangkan senyum sinis ”Aku tidak bicara yang bukan-bukan. Justru aku datang untuk bicara yang benar-benar!" menyahuti Ruhrinjani si mahluk gaib setengah roh setengah manusia itu. ”Aku tidak pula bermulut lancang! Dan terus terang aku merasa senang jika ada Dewi lain di tempat ini mendengar apa yang akan kusampaikan padamu!"
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Gairah Khodam Leluhur

Gairah Khodam Leluhur

ujar Kasih penuh keseriusan. "Ya, gue tahu resikonya gede. Lu orang tahu, Daniel itu orang yang enggak cuma punya kekuatan otot, dia juga licik. Gue enggak mau jadi boneka dia orang terus-terusan." "Kamu harus cari tahu kelemahan dia!" Kasih berpendapat. "Gimana caranya? Dia orang lebih pinter!" "Kamu baca amalan ini saat meditasi, tengah malam di ruang yang gelap. Dalam tradisi kita, ini disebut rogo sukmo," jelas Kasih.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Pendekar Serigala Putih

Pendekar Serigala Putih

tanya Thetis. "Saat itu yang menghuni semesta adalah Ruh Api yang hidup dari panasnya semesta dengan menyerap energinya. Ruh Api ini ada 8 yaitu Ruh Manticore Api Biru, Ruh Foniks Api Merah, Ruh Kraken Api Hijau, Ruh Unicorn Api Putih, Ruh Medusa Api Hitam, Ruh Garuda Api Kuning. Ruh Griffin Api Jingga, dan Ruh Kirin Api Ungu. Mereka hidup rukun dan damai di semesta yang belum berpenghuni ini jutaan tahun yang lalu," jelas Syakia.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Ry & Ruu

Ry & Ruu

"Foto ini pas aku ngasih memo pesanan sama Ran." "Rin bilang editan." Ry mengerucutkan bibirnya. Dia memindahkan kepalanya ke pangkuan Ruu, menatap mata cowok itu. "Ruu beneran nggak punya hubungan apa-apa sama Ran?" tanyanya. Ruu menggeleng. "Sama Ran, atau sama cewek mana pun, aku nggak punya hubungan apa-apa. Ry ingat, aku udah janji buat jadi lebih baik?"
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

echan :> 2^In @ca_cangtip :> di 2^In itu sakit @go_dzilla :> HALLO CURUT CURUT UBAB NYA ZILLA @Al_oemah :> mw crht @go_dzilla :> jangan singkat singkat ih gue gak paham @ca_cangtip :> di 2in @Al_oemah :> gw mw crht klw td rmah gw d trr g tw sm spa udh gt aj @go_dzilla :> martin mana martin sini ambil nih human buat darah tinggi aja kerjaan nya kan udah di bilang jangan singkat typing
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Aroma besi menyengat, menusuk hidung, bercampur dengan bau asap dan tanah yang hangus. Darah itu tidak hanya jatuh. Ia menyebar perlahan, seperti kutukan purba yang merayap menodai bumi. Setiap tetesnya terasa seperti doa putus asa yang diludahkan langit. “Kau... bukan manusia...,” Raven mengangkat wajahnya yang penuh luka, matanya bergetar antara ngeri dan keterpanaan. “Kau... adalah kehancuran itu sendiri…”
1052.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ar ruh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status