Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Requiem For a Swan

Requiem For a Swan

Bagi Lily, hidup adalah tentang bidikan yang presisi dan loyalitas tanpa batas pada negara. Namun, saat misi mengejar sindikat narkoba Blue Swan, sang Inspektur Muda dipaksa menanggalkan pistol Glock-19 miliknya. Dia harus bertransformasi menjadi Ibu Lilyana, seorang guru Bahasa Indonesia yang lembut di SMA Merpati Putih. Di balik kemewahan pilar-pilar sekolah elit itu, tersimpan busuknya konspirasi yang melibatkan para penguasa. Lily harus bermain cantik di bawah pengawasan ketat Adrian Pradipta, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang dingin dan penuh curiga, yang seolah mampu membaca setiap kebohongan di mata Lily. Namun, kejutan terbesar tidak datang dari misi itu sendiri. Di tengah kepungan musuh, Lily justru bertemu kembali dengan Julian. Pria yang seharusnya sudah mati lima tahun lalu. Pria yang dulu dia cintai kini berdiri di sisi kegelapan sebagai tangan kanan sang Mafia. Dia adalah pengkhianat, musuh, sekaligus hantu yang menghancurkan kewarasan Lily. Di antara desingan peluru dan aroma buku sastra, Lily terjebak dalam dilema mematikan. Apakah Julian benar-benar monster yang harus dia hancurkan? Ataukah ada alasan tragis di balik tinta merah yang menodai tangan pria itu? Dalam perang ini, merpati tak lagi putih. Dan setiap kata yang tertulis, bisa menjadi kalimat terakhir bagi nyawa mereka.
536 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as arti feeling blue
Read
+Library
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Sepuluh tahun lalu, mereka menghancurkan dunianya. Reihan hanyalah remaja yatim yang malang ketika tiga penguasa sekolah, Ardian sang calon politisi, Bimo sang atlet beladiri, dan Mariska sang "Ibu Peri" media sosial memfitnahnya, menghancurkan masa depannya, dan meninggalkan bekas luka jahit permanen di alisnya. Mereka tertawa saat kacamata tebalnya diinjak hingga hancur, membiarkan Reihan tenggelam dalam kegelapan tanpa harapan. Sepuluh tahun kemudian, kegelapan itu balas menatap mereka. Reihan kembali. Bukan lagi sebagai pecundang yang lemah, melainkan sebagai sosok misterius di balik tudung hitam dengan sepasang mata Icy Blue yang membekukan. Ia adalah "Hantu Digital" peretas jenius yang mampu meruntuhkan reputasi, mengunci aset bank, dan membongkar rahasia paling busuk hanya dengan satu ketukan tombol Enter. Satu demi satu, istana megah yang mereka bangun di atas penderitaan Reihan mulai retak. Ardian melihat karier politiknya hancur saat videotron kampanyenya menampilkan dosa masa lalunya. Mariska kehilangan topeng kecantikannya saat dunia melihat sisi iblisnya di depan jutaan pengikut. Bimo gemetar ketakutan saat masa lalunya datang menagih "jahitan" yang belum selesai. Reihan tidak menginginkan permintaan maaf. Ia menginginkan kehancuran total. Dalam 70 hari, ia akan memastikan para predator itu merasakan bagaimana rasanya menjadi mangsa di dunia yang mereka anggap milik mereka sendiri. "Sepuluh tahun aku menanti. Sekarang, bunganya sudah cukup besar untuk kalian bayar dengan nyawa."
171 viewsOngoingAdded to Library 3 Times as arti feeling blue
Read
+Library
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
4.6K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as arti feeling blue
Read
+Library
TEROR GADIS RAMBAI

TEROR GADIS RAMBAI

Author D
“Rud, Coba deh kamu perhatikan. Itu apa?” Tanya Soni. Rudi pun langsung melihat kearah pandangan Soni. " Alah, paling juga itu kayu. Memangnya apalagi?" Jawab Rudi. Soni yang dari tadi penasaran,tidak langsung percaya dengan apa yang di katakan oleh temannya itu. " Tapi,kok itu di kerumuni lalat Rud,kita lihat saja yuk. Aku benar-benar penasaran," ajak Soni lagi. " Aduh,kamu kok malah memusingkan hal yang tidak penting sih Soni!, Harusnya yang kamu pikirin sekarang itu, bagaimana caranya kita bisa dapat ikan yang banyak tau,’ ucap Rudi kesal dengan tingkah Soni. Tapi,karena rasa penasaran yang cukup kuat. Soni pun terus berjalan ke arah kayu yang di katakan Rudi. Feeling nya mengatakan kalau itu bukanlah kayu, dan semakin dekat dia pun semakin penasaran. Rudi yang dari tadi diam dan tidak mengatakan apapun, akhirnya terpaksa mengikuti Soni,karena dia mulai tertarik dengan apa yang menjadi perhatian temannya itu. Ketika mereka sampai di tempat itu,Soni pun mencoba untuk mengangkat dengan kayu, ketika dia mencoba mendekatkan ke tepi danau, Tiba-tiba saja muncul kepala wanita dari dalam air dan menyeringai ke arah mereka berdua..
1.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as arti feeling blue
Read
+Library
PREV
1
...
151617181920
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status