Hasrat Liar Adik Ipar
tuturnya panjang lebar disertai dengan bulir hangat yang semakin menderas membanjiri wajah.
Sakit. Tidak banyak kata yang bisa menggambarkan betapa kecewa hati Falisha atas semua tuduhan suaminya yang tidak benar. Sementara, jawaban apa pun yang dia lontarkan selalu saja dianggap salah.
"Munafik! Sok suci kamu!" sentak Arka. Dia buru-buru mengambil jaket oversize yang sejak tadi teronggok pada sandaran kursi. "Ambil ini, ambil!" tambahnya setelah mengambil lembaran uang yang kemarin dia letakkan di meja, kemudian melemparnya ke arah Falisha hingga bertebaran di mana-mana.