Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
Aruna pernah berkata suatu malam saat kami makan malam bersama, "Aku tidak akan pernah bisa membencimu, Winnie, tapi aku juga tahu di hatimu ada nama lain yang selalu tinggal di tempat yang khusus di hatimu."
Aku tidak menjawab dan hanya menunduk, menyembunyikan air mata yang menetes ke meja makan.
Musim semi berikutnya datang dan di pagi yang cerah itu, aku kehilangan segalanya.
Kami sedang dalam perjalanan menuju pameran desain di pusat kota. Aruna duduk di belakang kemudi, membicarakan sesuatu tentang liburan musim panas ke Lyon, sementara aku menatap keluar jendela membiarkan angin musim semi menyentuh wajahku hingga sebuah suara rem mendadak memecah segalanya.