Liara
Sindawanita tidak berani menatap mata saat bicaratatapan mata tajam wanitatanda wanita suka sama kitaperempuan gatal dengan lelaki
Meraih tangan Liara.
"Kau juga bisa berdiri di sana sekarang. Aku bantu."
Liara tertawa. Lucu sekali. Bukankah pria di depannya adalah pria yang sama yang tempo hari ingin melenyapkan? "Kau tidak akan mendorongku?" godanya sembari menanggalkan sneaker.
"Tidak janji." Redrick mulai menuntun Liara menuju bibir sungai.
Saat air dingin di sana menyentuh kulit kaki Liara, perempuan itu tak tahan untuk tidak tersenyum. Aliran air di sana membuatnya merasa sedikit geli, tetapi juga senang.
Hot Chapters