Lirik 'Perfect Strangers' selalu memukul sisi kenangan dan misteri di kepalaku; ada nuansa seperti berdiri di ambang pintu yang pernah kulewati sebelumnya. Bagiku, baris "We have been here before" bukan sekadar kalimat literal—itu seperti bisikan tentang waktu yang berputar, orang-orang yang datang dan pergi, dan hubungan yang terasa ditulis di luar kehendak kita.
Ketika mendengarkan lagu ini aku sering membayangkan dua kemungkinan: satu, tentang dua jiwa yang bertemu berulang kali sepanjang takdir, seolah-olah mereka mengenali satu sama lain dari kehidupan lalu; dua, tentang kebersamaan yang singkat namun intens antara dua orang yang pada saat itu adalah orang asing sempurna, lalu kemudian menghilang. Vokal yang agak dingin dan gitar yang mengawang membuat kata-kata itu terasa lebih mistis, bukan sekadar romansa biasa. Untukku, liriknya bicara soal kehilangan kesempatan, rasa penasaran, dan sedikit penyesalan — namun juga ada penghiburan kecil karena ada rasa keterhubungan, walau bersifat sementara. Itulah alasan aku selalu kembali lagi pada lagu itu, karena setiap kali terasa seperti membaca catatan rahasia tentang pertemuan yang tak terjelaskan.