Exit
Hitung-hitung pembalasan rasa kesalku selama ini.
“Sebenarnya itu, tuh, ada apa, sih? Siapa anak laki-laki di depan toilet tadi? Kenapa kita pakai sembunyi segala?” tanyaku dengan sekali tarikan nafas.
Krik krik. Hening seketika. April menatapku heran, juga Laura yang menatapku terpaku diam. Apa pertanyaanku salah? Atau April tidak paham maksudku? Apa Laura merasa tersinggung? Merasa sedang aku bicarakan aibnya? Aku segera menutup mulut, merundukkan kepala. Malu rasanya.
Hot Chapters