Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Awalnya hanya sebuah hukuman sederhana, tetapi akhirnya aku malah mati membeku di dalam gudang pendingin. Tunanganku, Kenny, sang pewaris Keluarga Brahms, baru teringat padaku tiga hari kemudian. Sekarang aku melayang di sini, melihatnya tatapannya yang hancur dan gemetaran memeluk tubuhku yang kaku. Melihat bahwa akhirnya ia menyusun kembali semua kebenaran yang telah kubawa ke dalam kubur .... Terlambat sudah, Kenny. Tetapi tidak apa-apa. Aku ada di sini, memperhatikanmu. Melihat bagaimana kamu menghadapi kenyataan … bahwa dirimu sendiri yang mengurung wanita tercintamu ke dalam kuburnya.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia

Hadiah Perpisahan untuk Bos Mafia

Menjelang upacara pernikahan bisnis kami, Oliver, tunanganku, berdiri di atas dek kapal kargo di dermaga baru dan mengumumkan bahwa cinta pertamanya, yaitu Evelyn yang merupakan adik tiriku, yang menderita penyakit jantung, adalah istri sahnya yang sesungguhnya. Di bawah dinginnya lampu sorot, Oliver memeluk Evelyn sambil tersenyum lembut. "Menurut aturan mafia, cuma wanita yang disaksikan oleh para tetua inti yang dianggap sebagai istri pemimpin klan. Yang lain, hanyalah gundik belaka." Diiringi restu dari para tetua klan, mereka saling bertukar kalung permata hitam, mengucap sumpah dan mengikat janji setia. Aku menyaksikannya tanpa suara, lalu membuat janji untuk melakukan operasi aborsi. Dari usia 16 tahun hingga 28 tahun, aku mencintai Oliver dengan sepenuh hati selama 12 tahun. Akan tetapi, di hati Oliver hanya ada Evelyn. Jika memang begitu kenyataannya, aku memilih untuk melepaskannya. Aku berangkat menuju markas rahasia di Negara Aresha Selatan dan hanya meninggalkan sepucuk surat pembatalan pertunangan, serta hadiah perpisahan untuk Oliver. Akan tetapi, Oliver yang selama ini selalu acuh tak acuh kepadaku, justru menjadi hancur hingga tidak lagi memedulikan urusan klan ….
4.6K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
3.1K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
4.6K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Rencana Licik Kakak Ipar

Rencana Licik Kakak Ipar

Saat aku berbelanja ke supermarket, ada seorang wanita tua tiba-tiba menarik tanganku dengan erat. Tanpa sadar, aku langsung menyentuh perutku yang sudah membesar, sementara dia berkata, "Janin di perutmu ini sudah dikasih parasit pengubah janin. Janin itu akan jadi parasit di tubuhmu." Aku hanya berpikir dia berbohong, tetapi detik berikutnya dia berkata, "Pergi dan muntahkan sekarang juga. Muntahkan sebanyak mungkin ikan yang baru kamu makan."
7.3K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Suamiku memiliki gangguan obsesif-kompulsif. Segala sesuatu di rumah harus mengikuti jadwal yang sudah dia susun. Namun pada hari ulang tahun putri kami, dia malah datang terlambat bersama asistennya. Putri kami yang juga memiliki kecenderungan obsesif-kompulsif, bukan hanya tidak marah, dia malah tersenyum dan meminta mereka berdua menemaninya memotong kue ulang tahun. Melihat mereka bertiga tertawa ceria sambil berfoto bersama dengan wajah yang dipenuhi krim kue, hatiku benar-benar hancur. Keesokan harinya, aku melemparkan surat cerai ke hadapan suamiku. Dia mengernyit, tidak memahami apa yang terjadi. "Cuma karena putri kita nggak memotong kue bersamamu?" "Ya."
3.4K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Kata-kata Manis Berisi Kebohongan

Kata-kata Manis Berisi Kebohongan

Selama lima tahun, aku menikah dengan pewaris Keluarga Romano, keluarga kejahatan terbesar di Igali. Setiap malam, dia memelukku dan berbisik, "Berikan aku seorang pewaris dan akan kuberikan seluruh kerajaan Keluarga Romano padanya." Namun, aku tak pernah hamil dan kekecewaan sang bos mafia terhadapku kian bertambah setiap bulan yang berlalu. Hingga akhirnya aku tahu bahwa suamiku diam-diam menukar asam folatku dengan pil kontrasepsi. Aku masih terguncang oleh amarah ketika melihat sebuah unggahan dari mantan pacarnya, sebuah foto USG. Caption-nya manis sekaligus menyebalkan, penuh rasa kemenangan. [ Usianya sepuluh minggu. Vincent bilang dia sudah nggak sabar bertemu bayi ini. ] Melihat banjirnya ucapan selamat, keputusanku pun bulat. Aku menemukan kontak mantan pacarku, orang yang selama lima tahun terakhir tak pernah berhenti berusaha merebutku kembali dan aku mengirimnya satu pesan singkat. [ Kasih aku satu bulan. Setelah itu, aku akan pergi bersamamu. ]
20.2K viewsCompletedAdded to Library 464 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
27 Hari Menanti Janji Palsu

27 Hari Menanti Janji Palsu

Ibuku sakit kritis dan ingin melihatku menikah sebelum dia meninggal dunia. Selama 27 hari, aku memohon kepada pacarku, Rayhan, sebelum akhirnya dia setuju untuk buat akta nikah denganku. Aku menunggu di Kantor Catatan Sipil hingga jam tutup, tapi dia tidak pernah datang. Pada hari yang sama, Mira, teman masa kecil Rayhan, mengunggah akta nikahnya di media sosial. "Waktu berlalu begitu cepat. Tiga hari lagi, pernikahan kita genap sebulan." Baru saat itu aku sadar bahwa pada hari pertama aku memohon kepada Rayhan, dia sudah menikah dengan teman masa kecilnya. Pada saat itu juga, aku menerima pesan permintaan maaf dari Rayhan. [Nadia, Mira dipaksa menikah oleh keluarganya. Aku nggak bisa diam saja melihat dia menikah dengan orang sembarangan.] [Kami bisa cerai tiga hari lagi.] [Tiga hari lagi, aku akan menikahimu.] Tiga hari kemudian, Rayhan datang dengan setelan jas rapi di pintu masuk Kantor Catatan Sipil. Tapi dia menerima pesan dariku. [Rayhan, selamat tinggal selamanya.]
3.7K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Saat Terbangun dari Mimpi

Saat Terbangun dari Mimpi

Saat bertemu orang tuanya, barulah aku tahu bahwa pacarku adalah pewaris keluarga mafia terkuat di Lunaris, yaitu Keluarga Draven. Dalam aturan turun-temurun keluarganya, untuk menjadi bagian dari Keluarga Draven, seseorang harus memiliki aset pribadi sebesar 100 miliar. Untuk itu, aku hidup sangat berhemat dan berjuang keras di industri properti. Dengan susah payah, akhirnya aku berhasil menabung 80 miliar. Namun setelah itu, bisnis perusahaan terus bermasalah, proyek-proyek yang sudah disepakati pun satu per satu batal. Bagaimana pun caranya, sisa 20 miliar itu tetap tidak bisa kukumpulkan. Rafael memelukku dengan penuh rasa iba, dan berkata akan mencari cara dan menabung bersamaku. Namun ketika adikku tiba-tiba terkena serangan jantung dan membutuhkan biaya besar untuk menyelamatkan nyawanya …. Aku menggesek tiga kartu sekaligus, tetapi semuanya menunjukkan saldo tidak cukup dan pembayaran gagal. Dengan panik aku berlari ke bank untuk bertanya, tetapi pegawai teller memberitahuku bahwa rekeningku kosong. Bagaimana mungkin? Di dalamnya jelas tersimpan 80 miliar hasil jerih payahku! Penanggung jawab itu memandangku dengan rasa bersalah. “Memang ada pengeluaran sebesar 80 miliar, Tuan Muda Draven menggunakannya untuk membeli vila sebagai hadiah ulang tahun memasuki usia dewasa untuk Nona Selena.”
2.3K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Sebuah video unik viral dalam satu malam. Di dalam video itu, di puncak gunung yang diselimuti kabut, pacarku, Adriel Mahendra, berlutut dengan satu lutut dan dengan ekspresi yang lembut. Di tengah sorak-sorai, cincin di jari perempuan itu berkilau yang menandai dirinya sebagai calon istri Keluarga Mahendra. Dalam hitungan jam, video itu menduduki puncak berbagai daftar tren. Orang-orang menyebutnya sebagai lamaran paling romantis tahun ini. Isabel Santoso kemudian menulis pesan di akun media sosialnya. [Aku sudah menunggu pernikahan ini begitu lama, dan akhirnya sekarang benar-benar terjadi! Terima kasih!] Kolom komentar langsung dipenuhi seruan antusias. [Pewaris keluarga mafia dan wanita biasa? Suka banget!] [Seperti cerita di novel.] [Aku iri banget.] Aku mendatangi pacarku untuk meminta penjelasan. Tapi bahkan sebelum aku sempat membuka mulut, aku mendengar suaranya berbicara dengan sahabat dekatnya di ruang kerja. "Emangnya aku punya pilihan lain?" kata Adriel dengan nada suaranya yang sedikit kesal. "Kalau aku tidak menikahinya, ayahnya akan menjualnya." Temannya ragu sejenak. "Tapi bagaimana dengan Karina? Dia sudah bersamamu bertahun-tahun. Apa kau tidak khawatir dia bisa hilang kendali?" Adriel tertawa, sama sekali tidak peduli. "Terus kenapa kalau dia marah? Karina dan aku sudah bersama selama enam tahun. Dia tidak akan pergi. Dia tidak mungkin pergi." Hampir seluruh tubuhku terasa membeku saat itu. Sebulan kemudian. Aku menikah dengan pria lain di hari yang sama ketika Adriel dan Isabel menikah. Rombongan pernikahan kami bertemu di pusat kota. Sesuai adat, kami bertukar buket bunga di antara dua mobil pengantin yang saling berpapasan, dan jendela kami turun bersamaan. Saat itulah Adriel melihatku. Aku mengenakan gaun pengantin putih dan bukan bersamanya, tapi di dalam pelukan pria lain. Setelah bertahun-tahun mengenal Adriel Mahendra, wajah tenangnya yang selalu sempurna akhirnya retak untuk pertama kalinya.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as biodata aura kasih
Read
+Library
PREV
1
...
2324252627
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status