Daster Buat Istriku
ulangnya menyadarkan lamunanku.
“Oh, tidak-tidak. Benar, kok, saya ayah Bima. Maaf, ini siapa, ya?” jawabku tergagap.
“Perkenalkan, saya Asya Nurani. Guru kelas putra Bapak.”
“Oh, Ibu Guru Bima? Maaf, Bu Guru! Mungkin di awal tadi saya kurang sopan. Ada apa ya, Bu. Bima baik-baik saja, kan?”