Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

Sesungguhnya Aku Bukan Suami yang Miskin

tanya Radit tanpa menoleh kepada Nagita sehingga seolah-olah sedang berbicara pada angin lalu di hadapannya. “Tentang hubungan kita, Mas.” Radit spontan menoleh ke samping, tapi tak menyahuti. Ia manggut-manggut sembari menyibirkan bibir bawahnya. “Hm, boleh.” Setelah berusaha mengatur suasana batinnya, Nagita pun bercerita, bahwa beberapa hari yang lalu ia pernah berkonsultasi dengan seorang ustadz. “Aku menceritakan tentang hubungan kita dan nasib rumah tangga kita, termasuk tentang talak tiga yang pernah Mas ucapkan terhadap aku dulu.”
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 591 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

potong Ustaz Imam. Seraya berkata dengan mengulas senyum sembari mendekati Habib dan ustadz Rahman. Ustaz Imam adalah teman akrab Ustaz Rahman dari masa kuliah dulu. Bedanya Ustaz Imam sudah menikah dan menjadi duda karena istrinya meninggal tiga tahun yang lalu dalam ke adaan hamil mengandung anaknya delapan bulan akibat pendarahan karena terjatuh dari kamar mandi.
9.4121.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
My Husband or My Teacher

My Husband or My Teacher

Dia suamiku, yang juga guruku. Kadang aku membandingkan keduanya. Aku membandingkan ketika Beni tengah berperan menjadi suamiku yang narsis, perhatian, baik, dan suamiable. Tetapi kemudian aku juga mengingat bagaimana sikap ketusnya padaku di sekolah, ketika Beni sedang berperan menjadi guruku. Beni yang berubah menjadi menyebalkan, bossy, tukang hukum, dan pencari kesalahan muridnya, terutama aku. Mungkin itu disengaja atau tidak, yang jelas ketika Beni sudah berubah menjadi Pak Beni di kelas, ia selalu menyuruhku mengerjakan soal yang kadang tidak kumengerti. Lalu selanjutnya ia menghukumku dan begitu seterusnya. Benar-benar menyebalkan. Namun, setelah aku pikirkan kembali, seharusnya aku
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
SETELAH IBUKU MENIKAHI BERONDONG

SETELAH IBUKU MENIKAHI BERONDONG

"Eh, mau ke mana lagi ustadz?" Basa-basi atau memang tidak ingin berpisah. Hem ... kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini. Apakah aku mulai cemburu? "Eum ... istri saya belum sarapan. Takut dia kecapean, apalagi perutnya kosong." "Ustad sepertinya sangat sayang pada istrinya?" "Harus, dia adalah jodoh yang dikirim Allah untuk saya. Kami permisi. Assalamualaikum."
1062.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

tanya Balqis mencoba mengeluarkan sebagian pendapatnya. “Kami adalah suami istri yang ketika menjalin hubungan sebenarnya adalah pahala. Dan melakukan itu juga merupakan kewajiban suami istri,” ucap Ashraf percaya diri. Namun Balqis menggeleng seolah tidak setuju dengan pendapat Balqis. “Itu tidak benar Ustadz, kami tidak seperti itu,” kata Balqis sambil tersenyum kecewa. Tawanya terdengar hambar.
9.524.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Istri sebatas harapan

Istri sebatas harapan

“Ustadzah kok gitu bilangnya. Ustadzah kan tau aku cinta sama Farid.” “Iya, tetapi kadang karena terlalu cinta jadinya kamu tidak bisa berpikir mana cinta karena Allah atau karena nafsu dan takut omongan tetangga juga keluarga.” Astaghfirullah, mengapa ucapan ustadzah jujur sekali. Kini aku hanya bisa diam. Bicara dengan beliau yang paham hukum, hak serta kewajiban suami istri dalam islam, membuatku mendapatkan banyak keterkejutan yang disampaikan oleh beliau dengan cara yang tidak tegas, seringnya bercanda atau menyindir halus sehingga begitu mengena dihati dan pikiranku.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Suami yang Kuperjuangkan

Suami yang Kuperjuangkan

lanjut Pak Ustadz seraya menunjuk area teras masjid. "Iya gak papa, saya paham," ucapku seraya mengulas senyum. "InshaAllah apa yang sudah disampaikan Adit itu bukan main-main, saya benar-benar serius berniat menikahi Mbak Ani," ucap Pak Ustadz yakin. "Suatu kehormatan besar bagi saya mendapat kesempatan itu, karena itu saya ingin Pak Ustadz tau segalanya tentang saya, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari," ucapku serius.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

Jangan-jangan hanya halusinasiku. "Abang masih sakit, ya? Hallo ...." Alya mengagetkanku. Malu-maluin saja aku seperti orang linglung tidak jelas. "Oh, iya, Al. Ayo kita pulang," ajakku. Namun, ustadz kondang itu terlihat menahan. "Masya Allah Alya, kamu sudah punya suami? Suaminya tampan sekali, kukira pemain drama Korea tadi," ucap ustadz itu. Alya hanya membalas dengan senyuman.
9.628.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
MENJADI ISTRI USTADZ KAMPUNG

MENJADI ISTRI USTADZ KAMPUNG

Semua yang Raya lihat saat ini begitu mengagumkan yang benar-benar tak diduga. Sampai akhirnya Raya mulai melihat foto-foto suaminya saat pria tampan itu menjalani studinya di Maroko, bahkan juga ada beberapa foto saat suaminya itu berada di Amerika. Jantung Raya mendadak berdetak lebih cepat saat melihat semua itu, fakta tentang pria yang menikahinya yang ternyata bukan seorang ustadz kampung biasa. “Ternyata suamiku orang yang sangat hebat, pantas Ida sangat mati-matian pengen ngejar kamu Mas.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

"Tapi kalau aku jadi Teh Sinta juga lebih memilih pisah, daripada dimadu tapi suami tidak bisa adil. Belum apa-apa sudah memihak yang muda." "Itu tandanya ustadz Fahmi harus ngaji lagi bagaimana menjalani tanggung jawab sebagai seorang suami." "Iya, bener." "Aku lebih pro ustadz Rahman." "Beliau sudah menikah." "Aku mau jadi yang kedua." Mereka terus saling bersahutan yang membuatku semakin terpojok. Sepertinya aku harus segera menemui keluarga Pak Adam kembali dan menghadirkan Muhallil.
10135.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai my ustadz my husband
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status