Menggali sejarah tokoh seperti Kyai Haji Hasyim Asy'ari selalu bikin aku merinding. Ayahnya bernama Kyai Asy'ari, seorang ulama ternama dari Demak, sementara ibunya, Nyai Halimah, berasal dari keluarga santri terpandang. Masa kecilnya dihabiskan dalam lingkungan pesantren yang ketat, di mana pendidikan agama mulai ditanamkan sejak dini. Aku membayangkan bagaimana ia kecil sudah harus bangun sebelum subuh untuk mengaji, sementara anak-anak seusianya mungkin masih terlelap.
Yang menarik, meski tumbuh dalam disiplin tinggi, cerita tentang kecerdasannya sudah terlihat sejak kecil. Konon, ia mampu menghafal Al-Qur'an dengan cepat dan suka bertanya hal-hal mendalam kepada ayahnya. Aku suka membayangkan suasana pesantren tempo dulu—suara lantunan ayat bergema di antara pepohonan, jauh dari gadget dan hiruk-pikuk kota. Rasanya seperti setting di novel sejarah yang epik, tapi ini nyata.