Ada momen ketika aku dan ibuku seperti dua musuh yang terlibat dalam perang dingin, tapi di balik itu, selalu ada benang merah cinta yang tidak bisa diputus. Aku ingat betul bagaimana dia selalu menyisipkan catatan kecil di kotak makananku saat aku masih sekolah, bahkan saat kami sedang bertengkar sekalipun. Hubungan kami penuh dengan dinamika—kadang seperti sahabat yang berbagi rahasia, kadang seperti dua orang asing yang tinggal di bawah atap yang sama.
Tapi semakin dewasa, aku mulai mengerti bahwa semua 'pertempuran' kecil itu adalah cara dia menunjukkan concern. Dia tidak pernah bilang 'I love you' langsung, tapi selalu memastikan aku tidak kelaparan atau kedinginan. Sekarang, justru aku yang sering mengiriminya meme lucu atau video kucing sebagai bentuk 'gencatan senjata' kami.