Bukan Wanita Penjual Cinta
Ia membuka lembaran kertas yang baru, menyalakan lampu meja, dan mulai menyusun sketsa kasar.
Jemari Amara mulai menggoreskan pensil. Ia mengukir lekukan mahkota kalung, menempatkan posisi mata berlian, dan menarik garis melingkar untuk desain cincin pernikahan.
Namun, semakin jauh pensilnya bergerak di atas kertas, semakin berat rasanya jemari Amara menggambar.
Air mata menetes tanpa permisi, jatuh tepat di atas kertas dan memudarkan garis pensil yang baru saja digambarnya.