Takkan Mengulang Kesalahan yang Sama Di Kehidupan Berikutnya
Setelah aku dipecat dari perusahaan, aku kembali ke kampung halaman dan setiap hari ikut Nenek main mahjong.
Namun, seluruh keluargaku justru seperti orang gila, mencariku ke mana-mana. Hanya karena adik perempuanku, si genius desainer perhiasan di keluarga, tidak bisa menggambar desain lagi setelah aku pergi.
Di kehidupan sebelumnya, pada kompetisi desain perhiasan tingkat nasional, adik perempuanku selalu merancang desain yang sama persis denganku.
Semua orang mengira akulah yang menjiplak, bahkan keluargaku sendiri pun membelanya dan memberi kesaksian untuknya.
Perusahaan juga menetapkan bahwa aku berkelakuan tak bermoral dan menjiplak karya, hingga merusak reputasi perusahaan. Di tempat itu juga aku menerima surat pemecatan dan diwajibkan membayar ganti rugi dalam jumlah besar.
Keluargaku pun menganggapku sebagai beban dan mengusirku dari rumah. Di bawah tekanan keluarga dan opini publik, aku menderita depresi. Saat berjalan di jalan raya, aku ditabrak sampai mati oleh penggemar fanatik adik perempuanku.
Sebelum kesadaranku lenyap, aku tetap tidak mengerti mengapa adik perempuanku selalu bisa menggambar desain yang sama denganku.
Saat membuka mata lagi, aku kembali ke sehari sebelum kompetisi desain perhiasan tingkat nasional.