Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Renjana

Renjana

usulku, karena cacing-cacing diperut ini sudah meronta-ronta. “Iya, tante juga sudah lapar, ayo, Dika,” kami menuju stand makanan yang letaknya persis berhadapan dengan stand patiseri, hanya ada dua kupon, jadi otomatis si ‘anak setan’ itu tidak bisa makan. Penjaga stand makanan adala ibu Risa, guru kewirausahaan yang memiliki suara sangat lembut dan sangat ramah, tanpa perlu banyak waktu, dia sudah ngobrol seru dengan tante Anna.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as baji quan
Read
+Library
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

".... Pavillium, Grecia, Kenzy, Neville, Ramos." Bangsawan yang terpanggil sontak bersorak. Ternyata, bukan hanya Ksatria yang terpilih, melainkan terdapat dua Baroness yang tadinya berdiri di lantai dua, kini mereka turun dan berdiri di depan Albert. "Kelompok ke dua.... James, Lauren, Abyaz, Velmort, Pohan."
103.5K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as baji quan
Read
+Library
Jadi Kuyang

Jadi Kuyang

Memastikan botol minyak miliknya tetap di sana. Untung saja. Ucap Mayang dalam hati. "Nak. Sudah bangun? Ini minum yang manis dulu, biar tenagamu cepat pulih." Jubai membantunya duduk lalu memberikan segelas teh manis hangat yang baru ia buat sesaat sebelum Mayang sadar tadi. "Memangnya kamu mau ke mana semalam?" Jubai yang khawatir langsung mengajukan pertanyaan.
5.56.1K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as baji quan
Read
+Library
Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Iblis Suci Pemilik Pedang Surga

Permainan keduanya kini dimulai. “Dengarkan baik-baik karena aku hanya akan menyebutkannya sekali!” ucap lawan main Bai Jia. “Namaku Wei Qi, tapi orang-orang menyebutku Dewa Weiqi.” Bai Jia dalam batinnya berkata, “Oh ... jadi, seorang ahli Weiqi yang disebut Dewa Weiqi yang memiliki nama asli Wei Qi.” Bai Jia paham tentang nama tersebut. Hanya, yang masih belum Bai Jia pahami adalah alasan kenapa ia harus bermain Weiqi di lantai enam Pagoda Sembilan Naga.
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 268 Times as baji quan
Read
+Library
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

“BAJINGAN!” Gadis itu menggertakkan gigi. “Aku—Mei Shia—akan membunuhmu! Aku bersumpah akan mencabik tubuhmu sendiri!” “Nama yang indah,” jawab Qing Jian datar. “Namun tak seindah kebenaran yang kau sembunyikan.”
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 769 Times as baji quan
Read
+Library
Gantari

Gantari

Alasan yang tidak tepat ternyata telah kuajukan. Tidak lama Aji datang sudah dengan penampilan yang cukup rapi, berbeda dari yang kulihat tadi saat pertama kali bertemu. Dia menggunakan celana pendek dan kaus oblong. Kini dia terlihat seperti anak-anak muda di kota dengan berbalut celana jeans dan jaket . "Ada apa, Bu?" tanyanya dengan suara yang berat. "Le, kamu ajak Gantari ke toko untuk ambil pakaian."
1.6K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as baji quan
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

“Uangku udah habis di sekolah, Qi.” “Nggak papa. Pake uangku aja. Kamu mau beli apa?” tawarku. “Emm ... aku pengin beli ini aja, Qi.” Bia menunjuk sebuah gelang dengan sebuah gantungan inisial huruf. “Ya udah. Beli ini dua ya, Bang. Yang hurufnya U sama B,” ucapku. “Oke, Dek. Ini. Pas sekali. Cuma sisa satu satu.” Abang itu menyerahkan sebuah gelang berwarna merah muda dan biru kepadaku.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as baji quan
Read
+Library
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

"Terima kasih banyak, Tuan Pendekar! Tadi, Anda sangat keren!" "Hah?" Qu Cing sedikit ling lung. Sikap Du Bai sangat tidak wajar. Dia pikir, Du Bai adalah anak sombong yang suka menindas. Ternyata, ia memiliki sisi lain yang sebenarnya tidak seburuk itu. "Bolehkah aku mengenal Anda, Tuan Pendekar? Namaku Du Bai. Putra dari seorang saudagar kaya dari Klan Nur. Jika Anda memiliki waktu luang, mampirlah ke Kedai Bai Bai milik ayahku dan bawalah batu giok ini!" Du Bai memberikan sebuah batu giok kuning keemasan kepada Qu Cing. "Dengan menunjukan batu giok itu, Anda bisa mendapatkan makanan secara gratis tanpa mengantri di Kedai Bai Bai," ujarnya.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as baji quan
Show Reviews (6)
Read
+Library
Donat Mblondo
Maaf ya... dua hari ini libur update dulu. karena saya habis melahirkan dan posisi masih di rumah bidan, jadi tidak sempat menulis. Saya usahakan, hari Senin mulai menulis lagi untuk melanjutkan ceritanya. Terima kasih ^^
Nuada Airlangga
tak kasih nama Jawa 'kepong taine sapi',buyut Cili penunggu desa Kemiren,Sunar udara rawatane buyut Cili,kalo nama desa bnyak yg lucu 'tegal campak,tamansuruh,kali bendo,Puthuk petung, Gedangan,siwuran,kedaleman'......
Read All Reviews
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as baji quan
Read
+Library
Pendekar Pedang Arwah Suci

Pendekar Pedang Arwah Suci

"Bibi Mo! Bibi Mo!" Seorang gadis muda berteriak dengan langkah yang tergesa-gesa menuju halaman belakang Sekte Quanzhen. Wanita yang disebut Bibi Mo adalah pelayan keluarga Klan Quan yaitu Mo Ji, mendengar teriakan dari gadis muda yang merupakan juniornya di dapur itu, Bibi Mo menghampirinya dengan wajah cemberut.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as baji quan
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status