LOGINValerie, seorang wanita dengan karir yang baik, wajah yang cantik dengan postur tubuh yang ideal menjadi wanita idaman bagi banyak laki-laki yang hadir dalam hidupnya. Seperti Risko; partner kerjanya, James; teman les masaknya, Ibas; orang yang menolongnya, dan beberapa nama lainnya. Tapi tidak satupun yang bisa membuat Valerie berkomitmen. Bahkan, Intan; sahabat sekaligus personal asistennya pun bertanya-tanya apa yang Valerie cari. Valerie sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sampai seseorang dari masa lalunya hadir kembali. Faris datang membawa segenap luka yang ternyata selama ini Valerie sembunyikan. Luka yang Valerie kubur dalam-dalam. Luka yang ternyata membuat Valerie takut untuk berkomitmen. Separah apa luka yang Valerie miliki? Siapakah yang akan jadi pemenangnya? Orang baru atau justru orang lama yang membuat luka dan menyembuhkannya sendiri?
View More“Jadi gini Bu Valerie..”Faris mendengarkan di depan pintu dengan Valerie yang ada di tempat tidur.“Ibu pernah punya histori radang tenggorokan ya?” tanya Dokter Ali.“Iya dok,” jawab Valerie.“Nah radang tenggorokannya itu kumat bu, jadi demam, enggak enak badan. Lidah juga pahit. Ini enggak apa-apa kok. Cuma butuh istirahat aja, makan juga jangan sembarangan dulu ya bu. Trus banyakin minum air putih.”Valerie mengangguk-angguk. Sudah bukan hal baru dirinya terkena radang tenggorokan. Biasanya jika ia banyak pikiran, atau tubuhnya sedang lelah, radangnya bisa memerah dan membuatnya tidak enak badan.Namun kali ini, sakitnya luar biasa. Mungkin karena ia benar-benar tidak memperhatikan makanan atau minuman apa yang ia konsumsi belakangan, ditambah lagi dengan aktifitasnya yang tidak ada behentinya.“Ini saya buat resep untuk radang tenggorokannya ya, nanti bisa ditebus di apotik. Kalo 3 hari be
Pukul 4 pagi, Valerie dan Faris baru sampai di rumah. Tubuh mereka sudah lelah dan mengantuk.“Kamu apa aku yang mandi duluan?” tanya Valerie.“Kamu aja dulu, abis itu baru aku,” jawab Faris.Setelah Valerie dan Faris mandi, keduanya langsung tertidur. Namun, kali ini Valerie merasa dingin yang dirasakan berbeda dari dingin yang biasanya.“Pasti gara-gara mandi abis begadang nih,” pikirnya.Valerie merapatkan selimutnya dan menaikkan suhu AC nya agar tidak terlalu dingin. Tapi ternyata tidak membantu sama sekali, tubuhnya menggigil saking dinginnya. Faris yang merasakan ada getar disampingnya, membuka mata dan melihat Valerie dalam keadaan menggigil.“Val, kamu kenapa? Dingin ya?” tanya Faris. Valerie mengangguk.Faris buru-buru menuju lemari, ia mengambil 2 pasang kaus kaki dan memakaikannya di kaki Valerie bersamaan. Ia mematikan AC, dan menyalahkan Air cooler. Tidak sedingin AC, namun tetap m
“Enggak apa-apa. Aku selalu kabarin ibuku kok kalo belom pulang,” jawab Anita.“Oh ya?”“Iya, aku lagi sama siapa, aku lagi dimana, ngapain, aku pasti kabarin ibuku. Sebenernya dia enggak minta, tapi emang aku yang selalu ngabarin biar enggak kuatir,” jelas Anita.“Oke kalo gitu.”Risko menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya. Ia memejamkan mata, tanpa sadar ia sudah terlelap tidur. Tidak berbeda dengan Anita, setelah memastikan semua pintu terkunci dan AC tetap menyala, Anita jatuh tertidur.Tapi tidak lama kemudian, Anita bangun, ia tidak bisa tertidr jika kondisi mobil tidak berjalan. Lagi pula, tidak baik untuk pernafasan. Buru-buru Anita membuka semua jendela dalam mobil Risko.Angin malam langsung berebut masuk. Malam ini tidak terlalu dingin sebenarnya, tidak seperti malam-malam kemarin. Tapi sudah cukup membuat Anita mengencangkan jaketnya.Anita melihat ke layar, sudah nomor
Valerie yang tadinya sedang serius mengerjakan laporan langsung bangkit dari duduknya.“Serius??” tanya Valerie sambil menghampiri Anita.“Iya Val. Dia bilang mau jadi suamiku tadi,” jawab Anita.“And you said yes?” tanya Valerie, dia benar-benar exited mendengar kabar ini.“Iya Val,” jawab Anita malu-malu.“Wahhhhhh keren banget kalian berduaaa, jadi kapan nih?” tanya Valerie. Ia menarik tangan Anita untuk duduk di sofa bersama dirinya dan Faris.“Masih lama kok. Aku mau kenal Risko dan keluarganya lebih dalam lagi, juga mau kenal sama temen-temannya Risko dulu. Soalnya kan kita kenalnya baru, jadi enggak langsung cepet juga. Minimal 3 bulan aku minta waktu, ya Ris?” tanya Anita kepada Risko.“Iyaa, aku juga mau kenal dulu sama keluarga dan temen-temennya dia. Abis itu kita diskusi lagi, baru deh tentuin tanggal,” jawab Risko. Ia duduk di kursi yang tadi Vale
“Dewi, hari ini anak barunya masuk. 2 orang, kamu bagi ya tugasnya. Kayak yang saya bilang, yang satu buat pegang klien yang satu buat admin. Semua administrasi di dia aja jadi yang bertiga focus ngurusin klien. Kamu supervise mereka. Mulai hari ini saya enggak bisa pulang malem, ada kerjaa
“Riskoooooo,” panggil Valerie. Risko yang sedang mengerjakan pembukuan mengalihkan pandangannya ke arah suara yang memanggilnya. Ia melihat Faris dan Valerie datang. Risko tersenyum.“Hai Val, hari Ris,” sapa Risko.“Maaf yaaa aku baru bisa kesini sekarang,
Memberikan jabatan Intan kepada Dewi sama sekali bukan keputusan yang salah. Dewi dengan sigap bisa mengimbangi cara kerja Valerie yang serba cepat dan serba perfect. Bahkan, baru seminggu Dewi menggantikan Intan, seminggu pula Dewi selalu pulang lewat dari tengah malam.“Dewi, kamu ja
“Permisi Pak..” Anita masuk ke ruangan Faris.“Oh iya Anita, masuk masuk.”Anita masuk ke ruangan Faris dan duduk di kursi yang ada di depan Faris.“Faris, aku mau cuti seminggu seperti yang udah kita sepakatin,” ujar Anita.“Jad












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.