Ditipu Mertua dan Suami
Aku tertunduk tersipu.
"Waduh, bahaya, nih. Entar camping aja, ya, di depan rumah." Tawa kami pun berderai lepas.
Pagi buta, Mas Putra sudah membangunkanku, "Ra, buruan bangun, ayo, kita mandi dulu. Keburu rame, malu entar." Dengan malas karena tubuh pegal semua efek tadi malam, aku akhirnya bangun.