Menjadi Suami Baik Di Rumah, Ternyata Liar Di Luar Sana
Sejak menikah dengan Stevanus, dia benar-benar menahan diri demi aku dan memutus semua hubungan dengan wanita-wanita di luar sana. Semua orang iri padaku, menganggap aku pandai mengendalikan suami dan memiliki keluarga yang harmonis.
Hingga pada hari peringatan pernikahan kami yang ke-9, tanpa sengaja aku melihat pesan grup obrolannya dengan para sahabatnya.
[ Van, kemarin sama adik tingkat di dalam Bentley, pengalamannya lumayan ya? ]
[ Aku sudah coba dengannya di segala situasi, dia cinta mati sama aku sampai nggak bisa melepaskan diri. ]
Di bawahnya terlampir foto-foto mesra mereka dan grup itu dipenuhi sorak sorai serta ucapan selamat, mendoakan agar hubungan mereka langgeng.
Aku menatap layar ponsel, rasa sakit yang menyesakkan memenuhi dadaku. Ternyata semua waktu bahagia yang kujalani bersamanya hanyalah sebuah sandiwara yang dirancang dengan saksama.
Aku terduduk kosong semalaman, hingga akhirnya menunggu Stevanus yang pulang larut. Melihat kue perayaan yang dia bawa di tangannya, aku tak bisa menahan diri untuk mencibir dingin, "Aku sudah tahu semuanya. Kamu nggak capek terus berpura-pura?"