Adegan plus dalam film biasanya merujuk pada momen-momen yang lebih eksplisit atau dewasa, seringkali melibatkan konten sensual atau kekerasan grafis. Tapi bagi saya, itu lebih dari sekadar 'adegan dewasa'—itu tentang bagaimana adegan itu melayani cerita. Misalnya, dalam 'Blue Is the Warmest Color', adegan intimnya panjang dan raw, tapi justru itu yang membuat hubungan karakter terasa nyata dan vulnerabel. Beberapa film menggunakan adegan plus sebagai alat naratif, bukan sekadar shock value.
Di sisi lain, adegan plus juga bisa jadi pisau bermata dua. Kalau terlalu dipaksakan, rasanya seperti filler yang cuma buat menarik perhatian. Contohnya beberapa film Hollywood yang menyelipkan adegan seks singkat hanya demi rating, tanpa ada dampak emosional. Saya lebih menghargai ketika sutradara memberi alasan kuat kenapa adegan itu ada, seperti di 'Nymphomaniac' yang menggunakan konten eksplisit untuk eksplorasi psikologis yang dalam.