Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Di hari Naomi Maruli mengetahui kehamilannya, dia menerjang hujan deras menuju klub yang sering dikunjungi Rehan Kurniawan. Di pintu masuk ruangan pribadi, dia menyeka rambutnya yang basah dan bersiap untuk memberi kejutan setelah Rehan selesai. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, suara seorang pria diselingi tawa, terdengar. “Rehan, tinggal seminggu lagi pernikahanmu dan Naomi. Apa semua kejutan untuk pernikahan itu sudah siap?” “Sudah siap.” Suara dingin Rehan terdengar seperti sedang mabuk. “Aku akan memberinya kenangan yang tak terlupakan.” Naomi berhenti sejenak saat mengeringkan rambutnya, senyum manis tanpa sadar mengembang di bibirnya. Selama tiga tahun bersama Rehan, pria itu benar-benar menyayanginya, memanjakannya dengan sepenuh hati. “Haha, Kak, kalau Naomi tahu aku berpura-pura jadi kamu dan mempermainkannya begitu lama, apa dia akan langsung pingsan dan menggila?” “Haha, takutnya meski dia dibunuh juga nggak akan nyangka kalau Rehan punya saudara kembar identik!” “Kalau dia tahu dia sudah dipermainkan oleh adik dari pacarnya selama tiga tahun...”
Baca
Tambahkan
Hanya Pria Tak Berguna

Hanya Pria Tak Berguna

Setelah menikah selama lima tahun, suamiku, Vincent Amjaya, pulang dari perjalanan bisnis selama enam bulan dengan membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris. Cindy sudah hamil lebih dari tiga bulan. Vincent berkata bahwa hidup wanita itu tidak mudah, jadi dia akan tinggal untuk sementara di rumah kami. Aku menolaknya, tetapi Vincent menyuruhku untuk jangan bersikap tidak tahu diri. Suaranya penuh dengan nada merendahkan, seolah-olah pria itu lupa bahwa rumah ini adalah hadiah pernikahanku dari keluargaku. Seluruh keluarganya hidup bergantung padaku. Kali ini, aku bertekad untuk menghentikan semua dukungan hidup mereka. Aku tersenyum sambil menelepon asistenku, "Segera buatkan surat cerai untukku. Berani sekali seorang suami yang hidup dari istrinya membawa selingkuhan pulang ke rumah secara terang-terangan."
Baca
Tambahkan
Cinta Pertama yang Merebut Suamiku

Cinta Pertama yang Merebut Suamiku

Suamiku dan gadis kaya palsu itu adalah teman masa kecil. Aku dan gadis itu diculik bersama. Saat suamiku yang merupakan seorang dokter tiba di lokasi bersama ambulans, dia memilih untuk menyelamatkannya terlebih dahulu. Dia meninggalkanku yang terbaring sekarat di air laut dengan kedua kaki yang patah. Dalam kondisi sekarat, aku memohon padanya untuk menyelamatkanku dan anak yang ada di dalam perutku. Namun, dia hanya melirikku sekilas. Sebelum pergi, dia berkata dengan nada sinis, "Kamu bahkan ngarang cerita punya anak demi bertahan hidup. Sungguh menjijikkan." "Jasa yang kuberikan untuk menyelamatkan hidupmu sudah selesai. Nanti kita ketemu di rumah sakit untuk tanda tangan surat cerai." Setelah mendengar hal itu, aku melepas alat bantu dengar di telinga kananku dengan tangan yang gemetaran.
Baca
Tambahkan
Pernikahan yang Ketiga Puluh Tiga

Pernikahan yang Ketiga Puluh Tiga

Pernikahanku dengan ketua mafia, Lorenzo Corsica, selalu terhenti tepat sebelum langkah terakhir. Kami telah bertunangan selama lima tahun dan mengadakan upacara pernikahan sebanyak 32 kali, tetapi setiap kali selalu berakhir dengan kecelakaan di tengah jalan. Hingga upacara yang ke-33, saat prosesi baru berjalan setengah, dinding luar gereja tiba-tiba runtuh dan aku tertimpa hingga masuk ruang perawatan intensif. Tulang tengkorakku retak, aku mengalami gegar otak parah, dan telah menerima lebih dari sepuluh surat pemberitahuan kondisi kritis... Aku berjuang di ambang kematian selama dua bulan sebelum akhirnya berhasil bertahan hidup. Namun, pada hari aku keluar dari rumah sakit, tanpa sengaja aku mendengar percakapan antara Lorenzo dan orang kepercayaannya. "Tuan Muda, jika Anda benar-benar jatuh cinta pada gadis miskin itu, Anda bisa langsung membatalkan pertunangan dengan Nona Chiara. Kekuatan Keluarga Corsica cukup besar untuk membungkam segala gosip. Mengapa Anda harus berulang kali menciptakan kecelakaan seperti ini?" "Dia hampir saja mati." Suara orang kepercayaannya penuh ketidaksetujuan. Lorenzo terdiam lama sebelum akhirnya berkata, "Aku juga nggak punya pilihan... Sepuluh tahun lalu, Tuan dan Nyonya Moreto menyelamatkanku dengan nyawa mereka. Aku hanya bisa membalas budi melalui pertunangan." "Tapi aku mencintai Sophia. Selain dia, aku nggak ingin menikahi siapa pun." Aku menatap bekas luka yang memenuhi tubuhku dan menangis tanpa suara. Ternyata semua penderitaan yang kualami bukan karena nasib yang kejam, melainkan hasil perhitungan matang dari pria yang kucintai. Jika dia tidak sanggup membuat pilihan, aku yang akan mengakhiri semua ini untuknya.
Cerita Pendek · Mafia
19.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Di tahun keenam pernikahannya dengan pewaris ternama dari kalangan elit Moska, Saskia Prameswari berniat mendirikan dana perwalian untuk putra-putri kembarnya. Namun kenyataan datang seperti pukulan telak saat petugas memeriksa berkasnya. “Maaf, Bu. Dana ini hanya bisa dibuat langsung oleh orang tua kandung anak-anak,” kata petugas itu sambil menggeleng. Saskia terkejut. “Aku… aku sudah melampirkan akta kelahiran. Aku ibu dari kedua anak ini!” Tak disangka, tatapan petugas itu berubah aneh. “Bu… sekarang semua data sudah terhubung secara daring. Dokumen palsu mustahil lolos sistem. Hasil verifikasi menunjukkan… ayah anak-anak ini memang Bagas Pradipta. Tapi ibu mereka bukan Anda… tapi Claudia Atmadja.” Saskia terdiam. Bibirnya bergetar. “Apa… maksudmu?” tanyanya lirih. “Kedua anak ini, sama sekali nggak ada hubungan dengan Ibu,” jawab petugas itu dingin. Tubuh Saksia membeku. Pikirannya kosong. Claudia Atmadja… Cinta pertama yang selalu membekas dalam di hati Bagas. Permusuhan keluarga membuat mereka berpisah sejak lama. Dan sekarang… anak-anak yang dia kandung selama sepuluh bulan, yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa… justru tercatat sebagai anak Bagas dan Claudia. Bagaimana bisa?!
Cerita Pendek · Romansa
12.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Dipermainkan 100 Kali, Kini Giliranku

Dipermainkan 100 Kali, Kini Giliranku

Pada hari aku menikah, teman masa kecilku datang untuk merebutku. Dia membawa sekelompok besar teman-temannya dan menendang pintu aula pernikahanku hingga terbuka. Teman masa kecilku itu mengaku ingin menikah denganku dan mengajakku kabur dari pesta pernikahan. Hanya saja tidak lama setelah kami keluar, dia melepaskan tanganku dan berbicara sambil tersenyum santai, "Semuanya, aku menang taruhan lagi. Ini yang ke-100 kalinya. Yang kalah, bayar sesuai janji awal ya." Kemudian, teman masa kecilku itu menoleh ke arahku. "Aku cuma bercanda doang. Kamu nggak benar-benar menganggapnya serius, 'kan? Kamu bisa masuk lagi dan melanjutkan pesta pernikahanmu." Mereka semua mentertawakanku yang sudah mengejar dan merendahkan diri demi Elbron Cahyadi selama sepuluh tahun. Bahkan, selama ini aku rela melakukan apa saja demi dia. Akan tetapi mereka, termasuk Elbron, tidak tahu bahwa adegan pengantin direbut itu hanyalah salah satu bagian dari acara pesta pernikahanku.
Baca
Tambahkan
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Suamiku … seorang komandan resimen yang telah menikah denganku selama sepuluh tahun, kutahan di luar ruang duka anak kami. Bukan tanpa alasan. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, anakku meninggalkan tiga permintaan terakhir. Permintaan pertama … Untuk sementara waktu, jangan beri tahu ayah tentang kematiannya. Dia takut ayahnya akan bersedih. Permintaan kedua …. Masakkan makanan kesukaan ayah, lalu mintalah ayah menemaninya merayakan ulang tahunnya yang terakhir. Dan permintaan ketiga …. Jika ayah tak datang, maka pastikan, benar-benar pastikan, jangan pernah biarkan pria itu muncul lagi di depan makamnya. Jadi, setelah anakku tiada …. Meski hujan deras mengguyur di luar aula duka. Meski pria itu berdiri dengan mata merah dan tubuh gemetar. Meski tangisnya pecah histeris di balik pintu ruang duka …. Aku tetap tak membiarkannya mendekati anakku. Bahkan selangkah pun tidak. Tiga hari lalu, Yuda Saloka menghabiskan semalaman bersama cinta pertamanya. Bersama anak perempuan itu, mereka menyalakan kembang api. Saat pulang, dia membawa sebuah tas sekolah baru. Katanya … sebagai pengganti karena telah melewatkan ulang tahun anak kami. Tapi dia mengerutkan kening, tak mengerti alasan air mata di sudut mataku. “Cuma ulang tahun saja, ‘kan? Nanti juga bisa dirayakan lagi.” Saat itu, dia belum tahu … Anak kami … yang baru berusia lima tahun … telah meninggal karena asma. Dan takkan pernah lagi punya kesempatan menyambut hari pertamanya bersekolah.
Baca
Tambahkan
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Seluruh Divisi Khusus Kepolisian tahu, Zaki Sadam adalah ahli negosiasi krisis paling profesional. Di saat genting antara hidup dan mati, dia bisa dengan mudah meruntuhkan pertahanan psikologis seseorang. Namun, hanya terhadap air mata Cindi Wiryo, dia benar-benar tak bisa berbuat apa-apa. Semua orang berkata, Zaki mencintai Cindi setengah mati, seolah-olah dia rela memberikan bintang dan bulan untuk Cindi. Namun, hanya Cindi sendiri yang tahu bahwa cinta sejati Zaki bukanlah dirinya.
Baca
Tambahkan
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
Cerita Pendek · Mafia
3.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

Meninggalkan Primadona yang Kucintai 3 Tahun

"Ayah, Ibu, aku setuju kuliah di luar negeri." Ketika mendengar putri mereka akhirnya setuju, orang tua yang berada jauh di sana pun merasa lega. "Fellis, akhirnya kamu ngerti. Ayah dan Ibu senang sekali. Kamu buat persiapan ya. Kami akan segera mengatur semuanya untukmu. Sebulan lagi, keluarga kita akan berkumpul kembali." Berbeda dengan orang tuanya yang berbahagia, nada bicara Fellis justru terdengar sangat datar. "Ya, aku tahu." Setelah berbasa-basi sesaat, panggilan diakhiri. Di luar jendela gelap gulita. Fellis tidak menyalakan lampu. Matanya merah, tetapi tidak ada emosi yang terpancar.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1314151617
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status