Short
Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

โดย:  Adyariจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
20บท
5.7Kviews
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Saat aku bangun dari tempat tidur Ashton, dia dengan malas menyerahkan celana dalam kepadaku dan berkata, "Aku sudah ganti kata sandi pintu. Kelak, jangan datang lagi kecuali benar-benar perlu." Aku terkejut dan secara naluriah bertanya, "Kenapa?" Dia tersenyum sambil menjawab, "Dia setuju untuk jadi pacarku kemarin. Aku takut dia melihatmu dan akan marah. Aku sudah mengejarnya begitu lama."

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1 

Saat membuka mata, seluruh tubuhku terasa sangat sakit. Meskipun telah melakukannya berkali-kali, aku masih belum terbiasa dengan stamina Ashton yang luar biasa.

Ketika aku berbalik, dia sudah bangun. Otot sayapnya yang indah terlihat jelas di bawah sinar matahari, dan berkilauan dengan warna madu yang samar. Matanya setengah terbuka dan dia terlihat malas.

"Kenapa kamu bangun sepagi ini?" Suaranya masih serak.

Kekakuan dan rasa sakit di pinggangku membuatku mengerutkan kening. Aku membungkuk untuk memakai stokingku, tetapi menemukan bahwa dia telah merobeknya kemarin. Stoking itu sama sekali tidak bisa dipakai lagi.

Ashton berguling, lalu mengangkat bra-ku dengan ujung jarinya dan menyerahkannya kepadaku. Kilatan nakal terpancar di matanya. "Sudah berapa umurmu? Kenapa kamu masih pakai yang renda putih seperti ini? Ini sudah ketinggalan zaman! Coba pakai sesuatu yang baru."

Aku mengambil bra itu. "Kalau begitu, aku akan beli bra baru. Kamu suka yang seperti apa ...."

Ashton menyela perkataanku, "Nggak usah. Aku akan ganti kata sandi pintu nanti. Kelak, jangan datang lagi kecuali benar-benar perlu."

Aku pun terkejut. Aku telah menjalin hubungan seperti ini dengan Ashton selama setahun. Awalnya, dia akan mengajakku datang hampir setiap beberapa hari sekali. Kemudian, kecuali saat aku harus lembur, aku praktis tinggal di rumahnya.

Biasanya, aku akan mengerjakan pekerjaan rumah untuknya. Ketika aku pulang kerja lebih awal, kami akan menonton film dan makan popcorn di sofa, lalu sudah tenggelam dalam hasrat sebelum film selesai. Kami benar-benar seperti pasangan sungguhan.

Perlahan-lahan, aku mulai terbiasa dengan kehidupan seperti ini. Terkadang, aku tak bisa menahan diri untuk berpikir bahwa mungkin Ashton juga sudah terbiasa dengan kehadiranku. Jika suatu hari nanti kami bisa membangun keluarga, itu akan sangat membahagiakan.

Namun, sekarang dia malah menyuruhku untuk jangan datang lagi.

Aku langsung berkata tanpa sadar, "Keluargamu mau datang? Atau kamu sibuk dengan pekerjaan akhir-akhir ini? Aku bisa ...."

Dia berdiri, lalu menatapku dan tersenyum tipis. "Bukan, dia sudah setuju untuk jadi pacarku."

Butuh beberapa saat bagiku untuk menyadari siapa yang Ashton maksud dengan "dia". Akhir-akhir ini, aku mendengar bahwa Ashton sedang mengejar seorang gadis yang baru saja lulus dari universitas.

Selama bertahun-tahun, wanita di sisinya datang dan pergi tanpa henti dan hubungan terlamanya tidak lebih dari tiga bulan. Awalnya, kupikir ini hanya sekadar ketertarikan sesaat dan tidak terlalu memperhatikannya.

Aku bertanya dengan ekspresi datar, "Kamu serius?"

Ashton tersenyum, "Serius. Dia berbeda dari semua wanita lain, Ashley. Kamu nggak tahu, dia sangat polos. Aku nggak ingin dia tahu tentang kita. Dia akan ngambek. Aku sudah mengejarnya begitu lama."

Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah tirai sangat menyilaukan hingga membuat orang merasa pusing.

"Ah, oke." Setelah jeda sejenak, aku menjawab dengan tenang, "Kalau begitu, aku akan pindahkan semua barangku hari ini."

"Nggak usah terburu-buru." Ashton dengan santai mengambil celana panjang santai berwarna abu-abu dan memakainya. "Bukannya kamu sudah batalkan kontrak sewa apartemenmu? Tinggallah beberapa hari lagi di sini. Cari dulu tempat baru sebelum pindah."

Aku memejamkan mata sejenak. Rasa sakit yang tajam membuatku ingin menangis dan agak kewalahan. Aku menjawab, "Nggak perlu. Aku akan pindah hari ini."

Aku tidak tahu kenapa aku begitu terburu-buru. Ashton benar, aku memang tidak punya tempat tujuan. Namun, aku hanya ingin segera meninggalkan tempat ini. Aku merasa Ashton seperti telah mengupas kulitku dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Aku hampir ditelan rasa malu.

Tidak ada banyak barangku di rumah Ashton. Sebagian besar barang yang kubeli adalah panci dan wajan untuk memasak, satu set seprai, serta beberapa bantal dan dekorasi lainnya.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

Titii'Sw
Titii'Sw
bsguss minn ceritanyaa
2026-05-11 20:02:10
0
0
Utamiutywtr📚
Utamiutywtr📚
Bagus cerita kaka ...🫵🏻
2026-02-15 16:00:46
0
0
20
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status