Short
Cinta yang Telah Menjadi Abu

Cinta yang Telah Menjadi Abu

By:  EviraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pada hari terjadi kebakaran di vila, suamiku mengunci pintu kamar demi menyelamatkan anjing poodle cinta pertamanya. Dari balik pintu, aku memegangi perutku yang hamil sambil memohon padanya untuk membuka pintu. Asap yang tebal membuatku kesulitan bernapas. Jerry mencibir dari balik pintu, "Anjing Andini juga punya nyawa! Kamu kan kuat. Meski hirup asap juga nggak akan mati! Jangan coba-coba pakai anak sebagai cara licik untuk rebut perhatian!" Kemudian, dia berbalik dan pergi bersama anjing itu. Dia juga sangat perhatian dan menutupi hidung anjing itu dengan handuk basah. Selama tiga tahun pernikahan, aku selalu merahasiakan identitasku dari Jerry. Aku berbohong bahwa bisnisku adalah mengurus jenazah, dan keluargaku sangat miskin. Sebab, aku takut membuatnya ketakutan setengah mati. Ayahku adalah kremator terkenal, ibuku adalah penata rias jenazah narapidana hukuman mati, sedangkan kakak laki-lakiku bahkan lebih ekstrem lagi. Hobi terbesarnya adalah mengumpulkan tulang manusia. Mereka memiliki koneksi di dunia legal dan ilegal. Saat api menjilat ujung rokku, aku mengirim pesan suara kepada keluargaku. "Ayah, Jerry bilang, dia mau rasakan apa arti sebenarnya dari 'nggak bisa mati'." Setelah pesan itu terkirim, nasib Jerry dan cinta pertamanya telah ditakdirkan untuk lebih hancur dari abu di krematorium.

View More

Chapter 1

Bab 1 

Saat api menjilat tirai, aku menggedor pintu kamar tidur. Gagang pintu sangat panas, hingga telapak tanganku langsung melepuh saat memegangnya.

Mengabaikan rasa sakit, aku berusaha mati-matian melindungi perutku yang besar. Asap tebal merembes masuk melalui celah pintu dan membuat paru-paruku terasa sakit.

Gonggongan tajam anjing poodle terdengar dari luar, diiringi suara Jerry yang lembut dan menenangkan. "Jangan takut, Sayang. Papa akan bawa kamu keluar."

Aku bersandar pada kusen pintu, lalu mencakar celah pintu dengan kuku-kukuku.

"Jerry! Buka pintunya! Uhuk, uhuk .... Aku dan anak kita masih di dalam! Apinya sudah mendekat! Jerry!"

Suara langkah kaki berhenti di ambang pintu. Kupikir, dia sudah menemukan kembali hati nuraninya.

Namun, suara Jerry dari balik pintu terdengar tenang dan menakutkan, "Roselle, berhenti berakting di dalam sana. Kamu bahkan nggak tahan sama sedikit asap itu? Anjing Andini menderita asma dan nggak bisa terpapar asap. Kamu kan kuat. Kamu nggak akan mati di dalam sana."

Mataku melebar dengan tidak percaya. Air mata mengalir di wajahku karena terasa perih akibat asap.

"Apa katamu? Ini kebakaran! Aku akan mati! Bayi kita juga akan mati!"

Jerry mencibir, "Jangan coba-coba pakai anak sebagai cara licik untuk rebut perhatian! Kalau kamu benar-benar peduli sama anak, tetaplah di sini dan jangan timbulkan masalah bagi Andini. Aku akan bukakan pintu untukmu setelah kamu belajar menghargai sebuah nyawa."

Kemudian, suara langkah kaki itu menjauh tanpa ragu.

Aku mendengarnya berkata kepada Andini, "Cepat tutup hidung anjing dengan handuk basah."

Aku jatuh tersungkur di lantai. Kesepuluh jariku sudah berdarah karena aku mencakar pintu dengan kuku. Pada saat ini, aku akhirnya melihat jelas sifat asli pria yang telah kucintai selama tiga tahun. Di matanya, aku dan bayi dalam kandunganku bahkan tidak sebanding dengan anjing cinta pertamanya.

Api menyebar sangat cepat. Ini tidaklah normal. Bau menyengat memenuhi udara. Itu adalah bau minyak terpentin.

Jerry adalah seorang pelukis. Studionya menyimpan banyak minyak terpentin.

Sumber api berada tepat di depan pintu kamar dan menyebar dari luar ke dalam. Aku melihat minyak terpentin yang merembes masuk melalui celah pintu dan darahku langsung membeku.

Ini bukan kecelakaan. Jerry bukan hanya mencoba menyelamatkan anjing itu, tetapi juga ingin menyingkirkanku.

Aku teringat polis asuransi yang kulihat beberapa hari lalu. Penerima manfaatnya bukan orang tuaku, melainkan pasanganku. Jika terjadi kematian akibat kecelakaan, kompensasinya sangat besar, yaitu 60 miliar.

Ternyata begitu. Untuk menutupi kerugian perusahaannya dan memberi status bagi Andini, Jerry ingin mengubahku menjadi mayat hangus.

Aku berlari ke depan jendela, lalu mengambil kursi dan menghantamkannya ke kaca.

"Brak!"

Kursi itu terpental kembali dan mengenai punggung kakiku. Namun, kaca itu sama sekali tidak bergeming.

Aku baru ingat sesuatu. Di awal kehamilan, Jerry menyentuh perutku dan mengatakan bahwa demi keamanan, dia ingin mengganti semua jendela di rumah dengan kaca antipecah. Saat itu, aku masih merasa dia sangat perhatian. Dipikir-pikir sekarang, dia sebenarnya sedang membangun peti matiku secara pribadi.

Ini lantai tiga. Jendelanya tertutup rapat, sedangkan pintu sudah dikunci. Aku benar-benar terjebak.

Rasa sakit membakar terasa di punggungku. Api sudah menjilat ujung rokku. Aku tidak mencoba memadamkan api. Sebaliknya, aku meringkuk dan melindungi perutku dengan baik.

Ini adalah naluri seorang ibu. Meskipun dibakar menjadi abu, aku ingin memberi anakku satu kesempatan hidup terakhir.

Bar sinyal ponsel naik turun tanpa henti, lalu akhirnya sepenuhnya hilang.

Jerry sudah menyalakan pengacak sinyal. Demi mencegah rahasia dagang bocor, dia mengatakan seluruh rumah sudah dipasangi alat itu.

Rencana ini disusun dengan begitu teliti. Hatinya ternyata begitu kejam.

Aku menyeret tubuhku yang berat menuju kamar mandi. Di sana, ada ventilasi kecil dan aku mungkin bisa menemukan sedikit sinyal.

Setiap merangkak selangkah, kulit lututku terasa seperti terkelupas selapis akibat lantai yang panasnya membara. Aku menggertakkan gigi dan tetap tidak bersuara. Putri Keluarga Sutanto boleh berdarah, tetapi tidak akan menangis.

Akhirnya, aku mengangkat ponselku ke ventilasi tersebut. Sinyal akhirnya muncul satu bar.

Aku membuka obrolan grup keluarga, lalu menekan tombol mengirim pesan suara dan berkata dengan napas terakhirku, "Ayah, Jerry bilang, dia mau rasakan apa arti sebenarnya dari 'nggak bisa mati'."

Pesan suara itu berhasil terkirim. Pada detik berikutnya, layar ponsel pecah karena terlalu panas.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status