Sentuhan Panas Suami Dingin
Razie tersenyum padanya, entah kenapa itu membuat Kanza merasa lebih bersemangat– merasa percaya diri dan dia yakin karyanya akan menyita perhatian semua orang di sini.
"Namaku Kanza Adiba." Kanza mulai memperkenalkan diri, menatap tepat pada seorang pria paru baya– membakar hati Kanza, mendorongnya untuk lebih berani. Kanza menolak formal karena itulah Kanza. "Seniman dari DesArt. Dan karyaku …-"
Lukisannya yang ditutup oleh tirai hitam tersebut dibuka, membuat semua orang terpana namun tidak bisa mengeluarkan kata-kata– terdiam dengan menatap takjub pada maha karya dari Kanza tersebut.