Dosa Terindah Di Samping Suamiku
Aku menghentakkan kakiku agar terlepas dari genggamannya, tapi Marvel malah mengendalikan tenaga itu dengan menindihku.
Kedua tangannya bertumpu di atas ranjang, mengurungku di dalam pelukannya. Aku berusaha mendorongnya.
“Marvel, cepat bangun!”
Tenaga laki-laki memang jauh lebih besar daripada perempuan, apalagi laki-laki yang sedang mabuk.
Meski sudah kudorong sekuat tenaga, Marvel tidak bergerak sedikitpun. Aku pun tak berani membuat pergerakan terlalu keras.