DILEMA DUA HATI
Rumah itu tidak dikunci karena belum diisi barang-barang sama sekali.
“Besar, ya, dapurnya,” ucap Maira. Sengaja Fahmi memilih yang itu biar dia bebas kalau ingin membuat masakan india yang repot pengerjaannya.
“Iya, biar leluasa,” jawab Fahmi.
“Untuk apa?” Pikiran Maira mulai tak beres.
“Bikin roti yang sangat lebar, bahan utama dossa.”
“Oh, Ya Allah, aku benci pikiranku sendiri,” gumam Maira pelan saja. Maklum dulu janda kesepian.
Hot Chapters