Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Aula menjawab serempak, dan suasana seketika hening. “Teman-teman sekalian,” suara Zidan lembut, tapi cukup tegas untuk memenuhi ruangan. “Hari ini saya tidak ingin berbicara panjang lebar. Saya hanya ingin berbagi sedikit tentang sesuatu yang akhir-akhir ini sering saya renungkan. Tentang doa. Tentang hati yang tak pernah selesai meminta.” Beberapa kepala menunduk. Salma merasakan tenggorokannya tercekat. Kata doa saja sudah cukup untuk membuat matanya berkaca-kaca.
746 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

"Benar 'kan. Kamu pikir aku bohong?" "Saya minta maaf atas kesalahan Dila, tapi dia tidak sengaja." "Enak saja minta maaf. Ganti, dong! Mug ini souvenir ulang tahun Sakha. Ini mug mahal. Memangnya kamu punya duit buat ganti? Bikin nasi kotak saja tidak mampu." "Astaghfirullah. Jangan bilang seperti itu, Bu Atik. Kami memang orang tidak punya, tapi kami tetap berusaha membuat nasi kotak." Emak ikut bicara.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

tanya Audi ke Mas Adry. "Mas pesen kepiting lada hitam sama jus alpukat, Dind." Lagi-lagi Mas Adry memanggil Audi demikian. Apakah nama panjangnya juga ada Dinda? "Kirain mas dah lupa makanan favoritku," ujarnya jemawa. Seakan hendak memamerkan bahwa Mas Adry berada di bawah kendalinya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa Di Lautan

Dosa Di Lautan

tanyaku dengan hati-hati. "Lusi, ada acara sore ini, jadi aku pulang untuk bersiap-siap." "Oh begitu. Kalau begitu, aku akan memasak makanan enak untukmu setelah acaranya selesai." "Lusi, kamu juga harus ikut hari ini." "Aku juga mendaftarkan sebuah pertunjukan untukmu." "Ini seragamnya, sudah kubawakan, coba kamu pakai." Jefri menyerahkan sebuah kantong kepadaku. Saat membukanya, aku terkejut melihat pakaian yang ada di dalamnya, gaun ketat yang sangat terbuka.
76.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa Dibalik Cadar

Dosa Dibalik Cadar

Sederhana saja, gulai ikan patin, semur jengkol, lalap daunsingkong beserta sambal cabai hijaunya. “Mi?” tanya Cilla kepada perempuan yang bernama Nida. “Ya, ada apa Cil,” jawab Mami lembut. “Apa aku punya saudara kembar, atau sepupu atau saudara yang mukanya hampir mirip sama Ciila Mi?” Nida menghentikan aktivitasnya memasa lalu berbalik badan. “Kenapa kamu bertanya seperti itu?”
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa di Ranjang Sang Penguasa

Dosa di Ranjang Sang Penguasa

“Ini clam chowder—sup kerang khas Boston. Dan ini, lobster roll dari deli langganan saya. Jangan khawatir, tidak terlalu amis.” Nadine tersenyum kecil. Hatinya seperti tersentuh pelan. “Terima kasih banyak, Nyonya Orla. Ini… benar-benar di luar dugaan.” “Kau bisa panggil aku Orla saja, sayang. Aku bukan bangsawan Inggris,” katanya terkekeh. Nadine ikut tertawa pelan, meskipun masih menyembunyikan kegelisahan di dalam dadanya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)

Dimas tidak terima saat melihat Queenza yang seakan meremehkannya. Queenza dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Oke ... akan ku buktikan nanri jika kamu sudah pulang! Kamu mau aku masakan apa? Kamu tinggal bilang, gini-gini aku itu jago masak," ujar Dimas dengan ponggah. "Ck, palingan juga Mas Dimas bisanya cuma masak air. Mungkin ini hanya kebetulan aja buburnya enak," ucap Queenza.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa Dalam Pelukan Brondong

Dosa Dalam Pelukan Brondong

gumamnya sambil membetulkan scarf tipis di leher. Dirga tersenyum singkat. “Pak Alvino itu orang penting. Beliau pemilik salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara. Beliau juga sangat menghargai gesture kekeluargaan. Kalau aku datang sendiri, itu terasa terlalu formal.” “Dan membawa istri akan membuatnya tampak lebih... hangat?” “Lebih manusiawi,” jawab Dirga, sebelum mengetuk pintu besar dengan ukiran khas Eropa itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

"Baiklah, kalau begitu kita akan menggunakan yang replika." "Ukuran Pak Rian yang mana?" Aldo mengeluarkan beberapa mainan replika dan meletakkannya di hadapanku. Aku memilih yang paling besar, dalam hati aku merasa sedikit bangga. Namun, ekspresi Aldo tetap datar tanpa perubahan. Aku pun berbaring lagi, rokku kembali tersingkap. Aldo mengoleskan salep pada mainan replika itu, tapi dia belum juga bertindak.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

Dijual Ayah Tiri pada CEO Duda Killer

Semua daftar makanan khas India yang kemarin di sebut sudah berada di hadapan. "Ra, mau makan yang mana dulu!" "Itu, Bang. Masala Dosa." Raline menunjuk adonan tipis mirip crape. "Ra tahu apa isinya masala dosa ini?" "Tahu, dong. hidangan mirip pancake yng terbuat dari adonan tipis campuran tepung, beras dan lentil diisi dengan kentang tumbuk dan dinikmati saus pedas yang bernama sambar.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai dosa paling besar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status