Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma
Biarlah air wudhu itu menyerap ke kulit, menyelinap ke pori-pori, membawa ketenangan yang sayup-sayup ia cari.
Daster cokelat tua yang dikenakannya tampak lusuh, dengan ujung benang yang mulai terurai di bagian lengan. Warnanya menyatu dengan temaram kamar, seolah ia adalah bagian dari malam itu sendiri—diam, lelah, dan menyimpan sunyi. Daster itu bukan sekadar pakaian rumahan, melainkan selimut kenangan: pakaian yang pernah ia kenakan saat menunggui ibunya sakit, saat belajar di malam hari, saat menangis tanpa suara di balik pintu kamar sewaktu SMA. Kini, ia mengenakannya kembali, seperti kembali menjadi Salma yang dulu—yang diam-diam rapuh, namun enggan terlihat lemah.
Hot Chapters