Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan

Penyesalan

Ia selalu serius dengan kata-katanya. Rasa kesalnya bertambah ketika terdengar suara-suara orang tertawa. Lima orang pemuda yang lebih tua darinya duduk di sebuah meja sambil bersorak-sorai, seolah mengejek dirinya yang sedang patah hati. "Gila, gila, gila! Bos kita ini bener-bener gila! Nggak nyangka cuma dalam sehari dia udah bisa dapetin tuh cewek! Instant banget!" teriak salah satunya.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Karena sekarang sudah usai. “Benci sekali kah?” Dafian melihat gelagat Raska, tidak mau memulai perbincangan sengaja memancing duluan. “Aku tau, sudah menjadi ayah yang buruk. Mudah emosi, dan percaya begitu saja, tanpa berusaha mencari bukti. Terkahir, sulit sekali menurunkan ego.” Raska masih enggan merespon apapun, yang pasti menjadi pendengar baik.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
WHERE

WHERE

Pasti ia seperti orang aneh bagi si pemilik suara bass itu. “lo ngehalangin jalan.” Kata pemilik suara bass itu, lagi. Sharon gelagapan. Ia segera berpindah tempat. “ah ia, maaf.” Kata maaf dari Sharon tak digubris orang itu. Edward namanya. Lelaki itu langsung berjalan mendahului Sharon yang sedang mematung. Edward yang dijuluki manusia batu es. Entah kenapa, Sharon sangat enggan kepada Edward. Bukan karena Edward anak dari pejabat kaya dan punya perusahaan besar. Tapi bagi Sharon, Edward punya aura yang sangat dingin. Edward pun yang selama ini Sharon lihat hanya bergaul dengan beberapa orang saja. Sharon juga jarang mendengar suara Edward. Tadi adalah kata-kata terpanjang yang Edward kelu
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

Tanpa sadar, sebuah pertanyaan konyol pun terlontar dari mulutnya. Rasa sedih Helena yang sempat muncul karena kembali mengingat kehilangannya, berubah menjadi kekesalan akibat pertanyaan konyol Felix. “Untuk apa juga aku harus tetap memasang kontrasepsi jika sudah berhenti menjadi penghangat ranjangmu?” tanyanya dengan nada penuh kesal. “Kamu kira aku akan melemparkan diri kepada laki-laki lain setelah berhenti menjadi penghangat ranjangmu?” imbuhnya.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status