Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Exit

Exit

Padahal tadi sudah niat mengusir halus. “Iya, bu. Saya April Agustine,” jawab April tersenyum lebar, bangga sekali dia dikenal hampir seluruh guru di sekolahan ini. “Diva baru tahun ini,” puji ibu guru pengawas itu, memegang lengan April. April hanya terkekeh, bingung harus membalas apa. Kalau sudah dipuji kehabisan kata-kata itu Si April.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Hoffen

Hoffen

“Ada kenaikan gaji.” Seketika wanita gemuk itu menoleh ke sahabatnya dengan senyuman lebar. Raut wajahnya yang kesal kini menjadi bahagia. “Serius? Lo enggak bohong?” tanyanya yang masih tidak mempercayai ucapan Vanda. Karena dia sendiri tau kalau kepala editor akan menaikkan gaji kalau karya itu melejit. “Terserah mau percaya atau enggak. Gue pergi dulu, udah jam lima. Jangan lupa buat dandan yang cantik! Jangan bikin malu diri sendiri!”
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
MBA

MBA

Wanita cantik dan dewasa itu pun terlihat anggun dengan gaun selutut berwarna merah menyala, high heels tujuh senti mengangkat sepasang tumitnya menjadi lebih tinggi lagi. Zayn, pria yang di panggil itu bersikap tak acuh terhadap suara wanita di belakangnya. Wanita itu pun menaikkan alis tak suka. Walaupun dia sudah tahu temperamen pria muda di depannya yang tergolong dingin dan tanpa perasaan, bagaimana pun juga dia tidak terbiasa. "Joshua baru saja menghubungi ku, ponsel mu tidak bisa di hubungi, kenapa kau mematikannya?" Wanita itu pun mencoba bersabar. Sikap tunangannya ini benar-benar membuatnya jengkel setengah mati.
Bab Populer
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Yasa kesal sendiri hingga tidak sadar berbicara dengan nada tinggi. Speranza tertawa dengan sangat keras membuat Yasa menatapnya bingung. "Mengapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Yasa tidak suka. "Aku pikir kau tidak akan menganggap serius perkataan ku," ujar Speranza semakin membuat Yasa bingung. "Maksudmu?" bingung Yasa.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
MEMORY

MEMORY

Violet terlihat sumringah dan berlari kecil menuju calon pacarnya. "Malaikat mana yang mau jatuh cinta kepada gadis iblis itu?" Bu Jaenab menggeleng dan kembali masuk ke dalam rumahnya. Jordan Geraldin. Pria berusia dua puluh enam tahun itu, berdiri gagah dengan kemeja putih yang kancing atasnya terbuka satu kemudian di tutupi oleh jas dan celana kain berwarna biru langit, dan yang terakhir sepatu hitam yang mengkilat. Jangan lupakan senyumannya yang menghipnotis. Membuat wanita berusia dua puluh tiga tahun menatapnya tanpa berkedip.
9.93.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Obsesi

Obsesi

Kaizen tertawa lucu "Memang tidak, Yang mulia. Tapi saya menyukainya." "Hah?" Pipinya merona "Mungkin agak vulgar mengatakan sesuatu seperti ini, tapi-" Eldoris langsung memotong perkataannya "Katakan. Tergantung jawabanmu, mari kita lihat apakah kau akan berakhir di perut Jormugandr atau tidak." "Anda tau ... Fetish?" Ujarnya hati-hati. "Apa itu? Jangan menggangguku dengan istilah manusia!"
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Apalagi di tambah wajah mulus disertai lesung pipi yang terkadang membuat para wanita insecure. Hanya saja sikap posesif Ken yang berlebihan dan ringan tangan jika sedang emosi terkadang membuat Lea takut. Awalnya Ken tidaklah seperti sekarang. Di awal pacaran, Ken adalah laki-laki lembut dan penyayang. Namun sejak memasuki bulan ke sepuluh, Ken mulai berubah.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
ASHOLE

ASHOLE

Keren, 'kan? Tak nyaman duduk, Rio ambil posisi tiduran. Kali ini ia akan main dengan serius dan tentunya lebih fokus lagi. Pokoknya harus menang! Percayalah ... Rio tak akan berhenti main game sampai jam berapapun kalau ia tak menang-menang. Baginya menang adalah suatu keharusan. Rio memang sebatu itu.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Slave

Slave

batin Hasan tertawa geli, merasa lucu dan konyol dengan pemikirannya sendiri. Tidak, tidak. Aku tidaklah cemburu, tetapi hanya saja aku merasa belum terima seakan di campakkan Ayesha begitu saja. sambung Hasan mengenyahkan segala pemikiran anehnya. Hasan mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangan, kemudian ia menyisir helaian rambutnya ke belakang dengan jari-jari tangannya. Persis seperti orang frustasi yang menjurus ke gila, seperti itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan sosok Hasan sekarang ini.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai educated
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status