로그인Alisya Haura adalah seorang gadis yang aktif dan ceria. Kematian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan membuat dia dan adiknya terpaksa dirawat oleh keluarganya. Namun, kekangan dari keluarga yang mengurusnya, membuatnya menjadi seorang pembangkang yang lebih suka mencari kebahagiaan sendiri di luar rumah. Hingga sebuah peristiwa menyeretnya dalam penyesalan tiada akhir. Mengakhiri hidup adalah pilihannya. Tak disangka, datanglah seorang penolong yang mengangkatnya dari kehinaan. Yogi Pratama, kekasih yang selama ini tak pernah ia anggap, malah memasang badan untuk melindunginya dari dunia yang terus menyudutkannya. Ketika semua baik-baik saja, Reno, lelaki yang melempar Alisya ke dalam kesalahan, yang juga lelaki yang Alisya cintai, datang kembali untuk meminta Alisya kembali padanya. Akankah Alisya tetap bertahan bersama Yogi yang selama ini mencintainya dengan tulus, atau malah kembali pada Reno yang sudah membuangnya?
더 보기Yogi yang mendapat kiriman video dari Dirga, segera menghubungi sang sahabat. Lelaki itu tidak percaya dengan apa yang sahabatnya kirimkan. Ia berpikir bahwa lelaki yang bersamanya tentu sudah melakukan sesuatu yang jahat pada gadis itu, sehingga Alisya terlihat begitu liar dalam rekaman tersebut. Dengan penuh keyakinan, ia masih saja menganggap Alisya adalah gadis polos yang dimanfaatkan oleh lelaki tak bertanggung jawab. Yogi segera melajukan motor balapnya dengan kencang di malam yang sudah mulai sepi itu. Dalam waktu singkat, ia sudah sampai di hotel milik orang tua Reno. "Dimana Alisya, Ga?" tanya Yogi to the point saat melihat Dirga berdiri di dekat pintu masuk. "Tadi mereka masuk ke dalem. Gue udah minta tolong sama resepsionisnya, nanyain baik-baik, ke kamar mana mereka, tapi nggak dikasih tau," aku Dirga. Dengan langkah lebar, Yogi langsung menemui
Alisya tidak berbohong kali ini. Ia benar-benar belajar ditemani oleh Reno, di kamar tempat mereka bercinta. Dengan kecerdasan yang mumpuni, Alisya dengan mudah dapat menyerap semua pelajaran yang kembali dibahas oleh Reno."Kamu pinter, Sayang," puji Reno sambil mengaitkan beberapa helai rambut Alisya ke telinganya. Lelaki itu duduk berhadapan dengan Alisya."Tapi aku nggak sepinter Aura," gumam Alisya."Aura?""Iya, Aura, adikku satu-satunya. Dia jauh lebih pinter daripada aku. Bahkan dari dulu papa udah menunjuk Aura sebagai penggantinya suatu saat nanti untuk mengurus perusahaan, bukan aku," kata Alisya sedih."Jangan sedih. Semua orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Adikmu itu, belum tentu punya wajah secantik kamu, 'kan?" hibur Reno. "Dan aku yakin banget, suaranya juga nggak akan sebagus suaramu.""Makasih, Kak. Kata-kata Kakak ngehib
'Alisya'? Dia bilang 'Alisya'? Gue nggak salah denger, 'kan?Yogi menghentikan langkahnya. Ia berbalik melihat ke arah meja di mana para pemuda itu berkumpul, tapi tak ada kegiatan lain yang menarik, selain tawa dan beberapa ejekan seperti yang terdengar sebelumnya. Tak mereka pedulikan pandangan sinis beberapa pasang mata pengunjung lain yang merasa terganggu.Detik berikutnya, Yogi sudah kembali melangkah."Kayaknya gue salah denger. Lagian kalau bener cowok tadi nyebut 'Alisya', emangnya cuma ada satu nama Alisya di dunia ini?" batin Yogi sambil terus berlalu menuju motornya di tempat parkir.Lelaki itu segera melajukan kuda besinya membelah malam. Hari ini ia sangat lelah, ia hanya ingin berbaring di kasurnya yang nyaman. Semoga mimpi buruk ini segera berlalu, dan besok Alisyanya akan kembali seperti biasa....Alisya keluar dari kelas dengan wajah berseri. Pas
"Alisya! Dari mana aja lu?!"Alisya sontak menahan kakinya yang hendak menaiki anak tangga lagi. Ia langsung berbalik ke arah suara itu berasal.Yogi sudah berdiri di dekat tangga dengan Aura berdiri di belakangnya."Kakak macem apa, lu? Lu nggak mikir adek lu khawatir banget sampe nyariin lu kesana kemari?!" Suara Yogi terdengar lantang penuh emosi."Handphone gue ketinggalan di mobil, dan gue pergi sama temen gue pake mobilnya. Udah, gitu doang," jawab Alisya berusaha terdengar datar tanpa masalah."Seenggaknya lu inget kalo lu ninggalin Aura sendiri di rumah. Lu nggak kasian, sama dia? Lu kan bisa ngabarin barang cuma satu dua kata, biar dia tenang!" Yogi masih meluapkan emosinya."Ya, gue salah. Gue minta maaf. Udah, cukup?""Alisya! Lu ....""Udahlah, Gi. Mending lu pulang. Lu nggak ada urusan di sini," potong Alisya.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기