Sweet Passion
sapa Jesica dengan menepuk bahunya.
"Sory," ucap Mutiara singkat.
"Dih, lu kek gini mulu kapan punya cowok, Mut. Yang ramah ngapa weh," tegur Jesica.
"Nggak penting,"
"Lah, nggak penting dari mana? Pacaran itu bahagia, Mut. Kita bisa berbagi kesedihan juga dengan cowok kita gitu." celoteh Jesica.
Meski Jesica terus saja bergumam, itu sama sekali tidak mengubah apapun dalam pikiran Mutiara. Tak ada hasrat untuk mencintai saat itu.
Hot Chapters