Hasrat Panas Paman Dingin
"Aku janji, kita cuma masuk sebentar terus pulang. Abis nabok Karen pake fakta kalo kita nggak kayak yang dia bilang, kita langsung pulang."
Anin menghela napas pasrah. Mau bagaimana lagi? Ia tidak yakin Viona akan menyerah dengan tekadnya jika ia terus menolak. Yang ada malah mereka akan berdiri terus di tempat yang sama hingga pagi datang. Memilih mengalah, Anin perlahan melepas cardigan yang membungkus pakaiannya dari luar. Setelah kain itu terlepas, terlihat Anin hanya mengenakan baju ketat model sabrina dengan panjang yang jauh di atas lutut.
Viona tersenyum puas melihatnya, lalu kembali menoleh pada petugas keamanan yang berjaga di depan pintu club. "Sekarang kita boleh masuk, kan?"
الفصول الرائجة