Hasrat Kakak Tiri
Rambutnya jatuh malas di bahu, gaunnya terlalu tipis untuk cuaca, terlalu pas untuk niat.
“Minum,” jawab Arka, menyentuhkan gelas tanpa melihat. Matanya tertuju ke layar ponsel di atas meja—mati. Tidak ada notifikasi. Belum.
Musik berdentum. Bass menghajar dada. Di sini, semua suara terasa aman karena tak ada yang sungguh-sungguh mendengar.
“Lo kelihatan nggak fokus,” kata Luna sambil mencondongkan tubuh. “Ada yang kepikiran?”