Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
It's Ok! Let's Go!

It's Ok! Let's Go!

Chakhok
Sheyki seorang gadis berumur 25 th meninggalkan profesinya sebagai peneliti dan memilih terjun ke dunia penulisan naskah. Dirinya lebih hebat dalam menciptakan naskah drama daripada membuat sebuah projek pengamatan. Sheyki seorang wanita tangguh karena dia pernah berusaha bertahan sendiri dengan kondisi mentalnya. Tidak benar-benar sendiri melainkan dia mendapatkan motivasi dari seseorang yang belum dia temui sebelumnya. Seseorang itu adalah Azmi yang merupakan dokter psikiater terkenal yang membuatnya perlahan menyembuhkan sendiri sakit mentalnya. Sejauh ini, Sheyki belum pernah menemui Dokter Azmi, padahal dia sangat ingin menemui dokter muda yang terkenal itu. Pada suatu kesempatan, Sheyki membaca poster lomba membuat naskah yang hadiahnya bisa mengantarkan gadis pelosok ini untuk terbang ke ibu kota. Dipikirannya, dia harus menang untuk bisa terbang ke ibu kota agar setidaknya jaraknya tidak terlalu jauh dengan keberadaan Si Dokter. Ternyata dia benar-benar bisa memenangkan perlombaan itu dan bisa terbang menuju ibu kota. Akan tetapi, luasnya ibu kota membuatnya tetap susah menemui orang seterkenal dokter itu. Tanpa disangka, rupanya dia diterbangkan ke ibu kota untuk projek membuat naskah khusus untuk grup band paling terkenal. Karena dia masih belum menyerah untuk bisa menemui dokter kebanggaanya, Sheyki menerima tawaran untuk membuat naskah drama untuk grup band tersebut dan berhasil bertemu dengan tujuh orang pria yang posisinya sangat terkenal saat ini.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang format lomba adzan
Read
+Library
Rumah Tanpa Sosok Papa

Rumah Tanpa Sosok Papa

Setelah mengetahui bahwa suamiku, Ronaldo Marino, masih tidak bisa melupakan cinta pertamanya, aku mulai mengajari putri kami, Susan, untuk memanggilnya dengan sebutan "Om Ronaldo." Saat pergelangan kaki Susan keseleo di sekolah. Di tengah malam, Ronaldo menerima sebuah telepon dari Viera yang sedang menangis. Putrinya, Lina, mengalami mimpi buruk dan terus berteriak memanggil ayahnya. Ronaldo pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aku menempelkan kompres ke pergelangan kaki Susan yang bengkak dan berbisik lirih padanya, "Coba bilang, 'Selamat tinggal, Om Ronaldo'." Ronaldo berjanji akan datang ke hari olahraga di sekolah Susan. Namun kemudian Viera menelepon sambil menangis terisak-isak, mengatakan bahwa Lina tidak punya ayah untuk bisa ikut lomba lari tiga kaki bersamanya. Ronaldo pun langsung pergi begitu saja tanpa berpikir panjang. Aku hanya memberikan ponsel itu kepada Susan dan menyuruh untuk memberi tahu gurunya, "Om Ronaldo bilang dia tidak bisa datang." Setiap kali hal itu terjadi, Susan selalu merasa ragu. Susan tidak mengerti mengapa aku menyuruhnya melakukan hal tersebut. Sampai suatu hari, Ronaldo akhirnya menyadari dia telah sangat mengecewakan kami. Dia mengesampingkan semua urusan bisnis mafianya demi menghadiri resital piano Susan dan bersumpah tidak akan melewatkannya lagi. Susan berada di belakang panggung bersama anak-anak lainnya. Kemudian ponsel Ronaldo kembali berdering. Itu dari Viera. Aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, tetapi aku sudah bisa menebak, mungkin kalimat bahwa Lina sedang menangis, Lina membutuhkan sosoknya, ataupun Lina sudah tidak punya ayah. Ronaldo berbalik, menghampiri kami. Tetapi sebelum Ronaldo bisa mengucapkan alasannya, suara Susan sudah terdengar dari atas panggung. "Tidak apa-apa, Om Ronaldo. Om pergi saja dan urus anak Om yang lain. Ada Mama di sini untuk menemaniku, itu sudah cukup buatku."
3.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 82 Beses bilang format lomba adzan
Read
+Library
PREV
12
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status