Hasrat Terpendam Sang Kameramen
Getaran di tangannya semakin menjadi, membuat gambar yang tertangkap lensa bergoyang liar.
“Aku... aku Cuma kameramen!” bantahnya, mencoba menarik lengannya, namun cengkeraman Maya kuat dan berpengalaman.
Rendra, yang mengawasi dari belakang monitor, tidak terkesan. Suaranya terdengar datar dan dingin, seperti mesin, “Sudah kubilang, perhatikan gerakanmu. Buat seakan-akan penonton yang merasakan apa yang kau rasakan! Ingat, konsepnya adalah POV. Kau adalah mata mereka.”
Bab Populer