Elena: Luka Terindah
Sebelum pergi, ia menoleh sejenak, menatap foto Elena yang kini terlipat, diselipkan kembali ke dalam map.
Pintu menutup. Kegelapan menelan segala, meninggalkan hanya jejak percakapan dan segelas bourbon yang dingin. Di koridor, The Ghost bergerak cepat dan ringan, bayangannya melebur ke antara papan reklame retak dan kabel telepon yang menjuntai seperti urat-urat kota. Ia tahu akan ada yang mengikuti, selalu ada, karena orang-orang seperti Don Rafael dan Marchetti tak pernah tidur ketika mereka sudah mendapatkan bau. Tapi The Ghost bukanlah makanan mudah. Ia adalah alasan kenapa banyak yang belajar menggigit angin.
Hot Chapters