ログインAlice Rayes pergi ke Negara Casia ketika usianya baru menginjak 17 tahun, demi mewujudkan cita-citanya menempuh pendidikan militer terbaik di dunia. Setelah 10 tahun mengabdikan diri, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak dan pulang ke Albain, negara kelahirannya. Sesampainya di Albain, ia mengatur pertemuan dengan saudara kembarnya Elisa. Di dunia ini, hanya Elisa lah satu-satunya keluarga yang dimiliki Alice, setelah mereka menjadi yatim piatu sejak kecil. Kedua orangtuanya telah lama meninggal dalam sebuah kecelakaan. Malang bagi Alice, setelah dia bertemu dengan Elisa, saudara kembarnya itu mengalami kecelakaan hingga koma. Elisa telah menikah dengan orang terkaya di Negara Albain, Gavin Welbert. Pertemuan tak terduga antara Alice dan keluarga Welbert, membuat mereka salah mengira bahwa Alice adalah Alice istri dari Gavin Welbert. Alice kemudian masuk ke dalam keluarga Welbert sebagai 'Alice'. Tunggu, bagaimana bisa Alice menyamar dan menggantikan 'Alice'? Ternyata selama ini Elisa menikah dengan Gavin Welbert dengan menggunakan identitas 'Alice'. Alice mencurigai, bahwa kecelakaan aneh yang dialami Elisa adalah perbuatan salah satu anggota keluarga Welbert.
もっと見る"AYO, KERAHKAN TENAGA KALIAN!" Alice berteriak kencang memerintahkan para tentara pasukan elit Albain untuk melalui halang rintang yang dibuatnya di tengah-tengah hutan lebat pegunungan Albain. Ratusan tentara elit Albain itu telah melalui pelatihan Alice selama hampir 1 bulan ini. Pelatihan yang diberikan Alice benar-benar mengerikan. Sang Alpha, menciptakan neraka untuk membentuk tentara-tentara terlatih dan profesional. Ketika pelatihannya berakhir, Alice melihat kembali seluruh catatan skor dari setiap orang. "Bagus, bagus. Kalian mengalami peningkatan, meskipun hanya sedikit." Alice memuji para peserta pelatihannya. Seluruh peserta bukannya senang, mereka malah merasa merinding. Jika Alice mengucapkan kata 'peningkatan sedikit' itu artinya, besok harinya akan dibuat sebuah rintangan pelatihan yang baru dan lebih sulit. "Ada apa dengan wajah kalian? Mengapa di wajah kalian aku melihat ada 'keluhan'?" Alice menatap barisan tentara itu satu persatu. "TIDAK, YANG MULIA RATU!
Alice melangkah perlahan di komplek pemakaman dengan memegang seikat karangan bunga Krisan Putih di tangannya. Langkahnya terhenti di sebuah makam keluarga yang terlihat masih baru. Tanahnya masih basah, belum ditumbuhi subur oleh rumput hias yang cantik seperti makam di sekitarnya. Dia berjongkok dan meletakkan bunga Krisan Putih yang dipegangnya. Dipegangnya pusara dengan hati-hati. Perutnya kini agak membuncit, jadi Alice tidak tahan berjongkok lama-lama. Ketika Alice akan bangkit berdiri, sepasang tangan merangkul bahunya dari belakang untuk membantunya. Lalu pada bahunya disampirkan sebuah mantel hangat. "Mengapa kau tidak menggunakan pakaian yang agak tebal? Sekarang sudah hampir musim dingin. Bagaimana nanti jika sakit?" Suara hangat pria mengalun di telinga Alice. Alice menatap pria itu kemudian tersenyum, "Ada kau di sisiku, aku tidak akan sakit." Alice melingkarkan tangannya di pinggang Gavin, dan menyandarkan kepalanya di dadanya. Gavin mengecup pelan dahi istrinya
Berjam-jam waktu telah berlalu, Alice masih duduk di kursinya tanpa beranjak sedikitpun. Wajahnya terlihat lelah dan juga pucat. "Alice, sebaiknya kamu dan Ibu pulang dan beristirahat. Aku dan Jake akan menunggu di sini. Kami akan mengabari kamu jika Gavin telah sadar." Elisa merangkul bahu Alice yang duduk di sisinya. Semalaman Alice tidak tidur. Kini hari sudah berganti pagi. Waktu menunjukan pukul 09.00 pagi. Namun Gavin belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Mereka juga hanya bisa duduk dan menunggu di luar, karena Gavin saat ini masih berada di ruang observasi. "Ya, aku juga akan tetap di sini." Mario juga sejak semalam masih berada di sana. "Kami akan mengantarkan kamu, Bos!" Wella berkata kepada Alice sambil menunjuk dirinya dan Henry. "Benar Alice, setidaknya kau harus menjaga kondisimu juga. Beristirahatlah sejenak!" Ujar Jake pada Alice. Alice sebenarnya merasa tidak tenang jika harus pergi meninggalkan Gavin di rumah sakit. Tapi memang benar, dia harus menjaga k
Tuuuuuuuutttt Dokter melakukan teknik Resusitasi Jantung Paru kepada Gavin, namun tidak juga ada tanda-tanda detak jantungnya kembali. Mesin masih terus berbunyi, tanda detak jantung Gavin tidak terdeteksi. "Siapkan defibrillator!" Dokter meminta perawat memberikan alat kejut jantung. "50 Joule!" Perintah dokter pada perawat yang memegang alat defibrillator. "Everybody clear!" Dokter memberikan kejut jantung pertama kepada Gavin. Namun tidak ada reaksi apapun. "100 Joule!" Perintah dokter lagi pada perawat. "Everybody clear!" Tetap tidak ada reaksi apapun pada Gavin. "150 Joule!" Perintah dokter lagi pada perawat. "Everybody clear!" Tut...Tut...Tut... "Oke, jantung mulai berfungsi. Siapkan ruang operasi. Aku akan mensterilkan diri." Dokter kemudian keluar dari ruang gawat darurat. "Nyonya, sebaiknya Anda menunggu di luar. Kami akan mempersiapkan pasien untuk dioperasi." Alice mengangguk, namun sebelumnya ia memegang tangan Gavin sebelum keluar, "Sayangku
"Ternyata kalian tidak pingsan? Huh, tetap saja kalian kalah jumlah. Hahaha." Carlos tertawa puas, karena orang-orang yang menjadi targetnya, justru mengantarkan nyawa ke wilayah kekuasaannya. "Ckckck, tahukah Kau Carlos? Kelemahanmu adalah Kau terlalu sombong dan menganggap remeh orang lain." Alic
"Benar sekali Pangeran Logan, lama sekali kita tidak bertemu. Pangeran Logan datang kemari menemui aku untuk meminta bantuan apa?" Maxim menatap ke arah Logan sambil terus sesekali mengisap dan mengembuskan asap rokok dari mulut dan hidungnya. "Aku ingin menyewa pasukan pembunuh profesional milikmu
Pagi-pagi sekali Yuna bangun dan mencarikan makanan untuknya dan Alice. "Aku akan berkeliling di hutan untuk mencari makanan dan herbal yang bagus untuk penyembuhan mu. Kau tunggulah di sini. Oke?!" Alice mengangguk, "Tapi, bagaimana jika ada harimau atau beruang hutan yang datang kemari. Apakah a
"Hmmmhh..." Alice mengerutkan keningnya, merasakan tubuhnya yang pegal dan sakit di beberapa bagian. Matanya perlahan terbuka. Dia reflek ingin beranjak dari tempatnya tidur. Namun, sebuah tangan menahan tubuhnya. "Tetaplah merebahkan badanmu. Kamu tidak boleh bergerak selama 2 hari penuh. Jika tid












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビューもっと