Between You and Me
•••
"Engga ada harapan, Na."
Jemari Yumna bertaut gelisah, raut wajahnya di penuhi kesedihan. Matanya pun sedikit membengkak karena menangis, menangisi hubungannya yang memang tidak mendapatkan restu.
"Apa ini memang jalan terbaik untuk kita, Yo?"
Yumna mencintai pria itu, sangat. Tapi mereka memang seperti tidak di takdirkan untuk bersama.
Mario mengelus lembut kepala gadis yang telah menemaninya selama satu tahun ini, gadis yang berhasil membuatnya terperosok dalam hanya dengan melihat tatapan matanya.
Bab Populer