Se connecterSaat amarah menguasai diri seseorang apapun akan dilakukannya untuk melampiaskan kemarahanya seperti Hilman Junanta yang membunuh Karina dengan tangannya sendiri. Kejadian itu berdampak buruk pada psikologis Lilian Junanta anak kedua dan putri kesayangan pasangan Hilman Junanta dan Karina. Menyaksikan papa dan mama bertengkar setiap hari sudah membuat Lili, nama panggilannya. Muak! Dan lebih memilih mengurung diri dikamar sepulang sekolah. Apalagi melihat papa membunuh mama dengan kedua tangannya. Setelah insiden pembunuhan itu berdampak buruk terhadap lingkungan dan kehidupan yang dijalani Lili. Disekolahpun. Kini. Lili diasingkan dianggap sebagai anak seorang pembunuh. Teman-temannya serentak mundur dari list pertemanan. Lili yang sifatnya ceria secara perlahan menjadi pribadi yang tertutup. Begitu juga dengan cinta pertamanya Aliando Jacob. Memilih menjauh darinya. Dengan alasan yang sama yaitu karena dirinya anak seorang pembunuh. Lagi-lagi ia ditinggalkan dengan alasan anak seorang pembunuh Aliando Jocob adalah orang pertama dan terakhir yang ia harapkan tinggal disisinya namun ia juga kehilangan harapannya tersebut. Karena Alinado Jacob mundur teratur dari hidupnya. Tidak ada lagi alasan untuk hidup bukan?
Voir plusLuna yang baru saja menyelesaikan operasinya hendak beristirahat namun ia urungkan saat tiba-tiba ia teringat Lili dengan segera Luna mencari ponselnya namun tidak ada kemudian Luna meminjam ponsel rekannya untuk langsung menghubungi nomor sang papa, satu sampai dua kali nomor itu tidak memberi jawaban begitupun sang mama dan terakhir Luna menghubungi Ronald“Hallo Nald, lo lagi dim..”“dimana lo sekarang?” Tanya Ronald langsung memotong kalimat Luna yang hendak bertanya lebih dulu“gue yang tanya dimana lo sekarang?” Luna masih bertanya dengan lembut tidak ingin tersulut emosi dengan kedinginan Ronald“lo sekarang dimana!!” sentak Ronald dengan berteriakLuna menghembuskan nafasnya untuk bersabar menghadapi Ronald “gue lagi dirumah sakit”Jawab Luna“rumah sakit mana?” Tanya Ronald lagi“rumah sakit mana lagi Nald?” jawab Luna dengan malas
Sebagai anggota baru di UKM Lili harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh UKM salah satu kewajibannya adalah mengikuti kelas latihan yang kebetulan dosen pengampu UKMnya adalah Profesor Sanusi dan tentu saja digantikan oleh pak Ali karena Profesor Sanusi terus menerus bepergian dan bertemu dengan Pak Alipun membuat Lili tidak nyaman, dirinya selalu merasa sakit setiap mereka berdekatan. Lili tidak tahu kenapa dan apa yang harus ia lakukan.Lili membetulkan letak rambutnya sehingga tanpa ia sadari seseorang didepan sana tengah memperhatikannya intens hingga mata mereka bertemu lalu berinisiatif untuk memutuskan kontak mereka ia harus menghindar. Lili berjalan keluar namun tatapannya kembali bertemu dengan pak Ali yang juga keluar dari ruangan yang sama namun dari pintu yang berbeda Lili kembali masuk keruangan.“loh Li ada yang ketinggalan?”“iya, lagi nyari pulpen nih tadi aku selipin dibuku tapi kok nggak ada ya&r
Hendra dan Luna. Mereka berdua saat ini sedang menunggu diruangan Profesor Sanusi. Profesor adalah seorang ahli penyakit dalam yang juga bertindak sebagai dokter pribadi Lili selama bertahun-tahun ini dan saat ini Hendra dan Luna berada disini untuk mengetahui keaadan Lili dari hasil lab “jadi bagaimana keadaan Lili Prof?” tanya Luna cepat“dari hasil yang saya terima minggu lalu seharusnya kesehatan Lili sudah membaik dengan rajin mengkonsumsi obat dan konsultasi namun jika kita bedakan dengan hasil hari ini jelas tampak berbeda sekali. Kondisi Lili saat ini menurun drastis. Dan jika kondisi Lili terus menurun..segala kemungkinan perlu dipersiapkan” jelas Profesor Sanusi“Prof lakukan sesuatu untuk putri saya!” ucap Hendra“iya Prof. Jelas kondisi Lili bisa kembali stabil, selama ini kita sudah mempertahankanna Prof” tambah Luna“saya paham dan saya mengerti sekali tapi disini yang bertindak sebagai d
Setelah beberapa hari masuk kuliah Lili mulai terbiasa dengan suasana kampusnya serta kebiasaan temen-temennya baik itu dikelas, kantin maupun diluar kampus tidak ada yang benar-benar akrab dengan Lili, karena memang pribadi Lili yang tertutup bahkan untuk masuk UKMpun Lili tidak ingin namun karena diwajibkan akhirnya Lili memilih untuk masuk UKM PMI alasan Lili memilih UKM PMI kerena papa, mama serta kakaknya seorang dokter hanya dirinya yang tanpa minat namun Lili juga ingin merasakan bagaimana menjadi seorang dokter melalui PMI. Lili sudah memberitahukan keinginannya pada sang papa tentu saja untuk mengabulkan permintaannya, sang papa membutuhkan waktu mengingat dirinya sama sekali tidak memiliki keahlian dibidang tersebut namun Lili tetap memaksa dan siapa yang tidak luluh dengan rengekannya apalagi sang papa yang begitu sangat menyayanginya. Lili hendak mengetuk daun pintu ruang kerja papanya untuk mengantar surat yang siang tadi sudah dijanjikan sang papa namun k






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.